Taipei International Airport membuat program di mana traveler bisa merasakan pengalaman boarding, duduk di kursi pesawat dan menghirup udara kabin.
Peserta melakukan check-in saat melakukan perjalanan simulasi ke luar negeri di Bandara Taipei Songshan di Taipei, Taiwan, Selasa (7/7/2020). Bandara ini membuka layanan penerbangan palsu (simulasi) yang para penumpangnya tidak benar-benar terbang ke manapun. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Taipei International Airport membuat program di mana traveler bisa merasakan pengalaman boarding, duduk di kursi pesawat dan menghirup udara kabin. Persis seperti ketika menaiki pesawat. Bedanya, pesawat tidak terbang kemana-mana. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
'penumpang' diberikan e-ticket, boarding pass, bahkan harus melewati imigrasi dan pemeriksaan keamanan di bandara. Maka mereka juga diwajibkan membawa paspor. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Inisiasi ini diprakarsai Songshan Airport atau Taipei International Airport sebagai solusi untuk bernostalgia dan meredakan kerinduan traveler naik pesawat. Bandara tersebut membuat semacam kontes yang diikuti 7.000 orang.  (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Hanya 60 kontestan beruntung yang terpilih secara acak untuk bisa berpartisipasi dalam 'perjalanan' ini. Mereka bisa merasakan sensasi 'terbang' dengan pesawat hanya saja pesawat tidak benar-benar terbang. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Para 'penumpang' dipersilakan boarding ke pesawat Airbus A330 yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan terbesar di Taiwan, China Air. Meskipun hanya pura-pura, penerbangan palsu ini cukup diminati, terbukti dari banyaknya peserta yang ikut dan ingin merasakan sensasi duduk di kursi dalam kabin. (AP Photo/Chiang Ying-ying)