Penjual melayani pembeli seragam sekolah di pasar Jatinegara Jakarta Timur, Rabu (8/7/2020). Sejumlah toko di Pasar Jatinegara, mengaku kehilangan banyak pembeli karena tidak ada kepastian kapan sekolah kembali dibuka setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi virus corona. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Burhan 48 tahun seorang pemilik toko baju seragam sekolah mengeluhkan turunnya hasil dagang. "Biasanya di bulan 7 ini ramai pembeli, sekarang tahun ini sebaliknya, belum jelasnya jadwal masuk sekolah membuat para pembeli juga belum mau belanja keperluan sekolah ditambah lagi aturan pasar ganjil genap" katanya. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Ia mengaku omset penjualannya turun drastis hingga 70% tahun ini. CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Burhan juga bercerita tentang nasib para pekerja usaha konveksi nya yang diliburkan. "Ini pekerja saya, saya liburkan karena sepi pesanan. namanya musibah mau gimana lagi, bukan usaha saya aja yang begini, semua pedagang pedagang di sekitar pasar ini juga sama nasibnya". (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Saat pandemi saat ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjelaskan ada tahapan tertentu bagi sekolah-sekolah yang berada di zona hijau untuk bisa melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. "Bulan pertama hanya diperkenankan untuk SMA, SMK dan SMP, untuk level menengah. SD belum dipersilakan," katanya mengutip dari Youtube resmi Kemendikbud di Jakarta, Jumat (3/7/2020). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)