Internasional

Kim Jong Un Ogah Ketemu Trump Lagi, Ada Apa?

News - tahir saleh, CNBC Indonesia
04 July 2020 19:12
U.S. President Donald Trump shakes hands with North Korean leader Kim Jong Un as they meet at the demilitarized zone separating the two Koreas, in Panmunjom, South Korea, June 30, 2019. KCNA via REUTERS    ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA.

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang diplomat Korea Utara (Korut) menegaskan negara komunis tersebut tidak merasa perlu untuk melakukan pembicaraan atau pertemuan dengan Amerika Serikat (AS), mengingat pembicaraan dinilai tidak lebih dari sekadar "alat politik" bagi Washington.

Hal itu diungkapkan seorang diplomat senior Korea Utara pada Sabtu (4/7/2020), dilansir Reuters, menjelang kunjungan utusan AS ke Korea Selatan.

Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, mengatakan negosiasi tidak akan berhasil antara Washington dan Pyongyang dan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan Korea Utara.


"Kami tidak merasa perlu untuk bertatap muka dengan AS, karena tidak mempertimbangkan DPRK-AS. dialog tidak lebih dari alat untuk mengatasi krisis politiknya," kata Choe dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita KCNA yang dikelola pemerintah, dikutip Reuters.

DPRK adalah singkatan dari Democratic People's Republic of Korea atau Republik Rakyat Demokratik Korea, nama resmi Korea Utara.

Wakil Sekretaris Negara AS Stephen Biegun dijadwalkan akan mengunjungi Korea Selatan minggu depan untuk membahas perundingan yang macet dengan Korea Utara, salah satunya berkaitan dengan persoalan embargo ekonomi dan nuklir.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan pada hari Rabu bahwa Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un harus bertemu lagi sebelum pemilihan AS pada November, yang akan membantu melanjutkan kembali perundingan nuklir yang sebelumnya tak mendapatkan jalan keluar.

Mantan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, mengatakan kepada wartawan di New York pada Kamis bahwa Presiden Trump mungkin akan mencari forum KTT lain dengan Kim sebagai "Kejutan Oktober" menjelang Pilpres AS.

Trump dan Kim Jong Un bertemu untuk pertama kalinya pada tahun 2018 di Singapura.

Mereka bertemu lagi di Vietnam pada 2019, tetapi pembicaraan itu berantakan. Pasalnya, Trump mengatakan negosiasi penghentian soal senjata nuklir atau rudal balistik sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional bagi Korut kandas.

Pada pertemuan ketiga mereka, pada Juni 2019 di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea, keduanya sepakat untuk memulai kembali perundingan. Pembicaraan tingkat tinggi antara kedua belah pihak di Swedia pada pun Oktober terputus.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading