Covid-19 Hantam Bisnis Migas, Sektor Gas Paling Terpukul

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
02 July 2020 12:50
Foto: skkmigas.go.id

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi corona berdampak pada semua sektor bisnis, termasuk industri minyak dan gas. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memaparkan dampak dari pandemi ini membuat target lifting minyak yang mulanya 755 BOPD dikoreksi menjadi 705 BOPD.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan dampak dari pandemi corona ini membuat investasi pemain minyak dunia turun 30% dari posisi US$ 325 miliar menjadi US$ 228 miliar. Kondisi yang sama juga terjadi di Indonesia.

Namun, harga minyak sudah membaik di posisi sekitar US$ 40 per barel. Kondisi ini diperparah dengan anjloknya harga liquified natural gas (LNG).


Dwi mengatakan harga LNG dunia jatuh ke posisi US$ 2 per Mmbtu dan naik ke posisi US$ 2,2 Mmbtu. Menurutnya para analis memperkirakan Desember 2020 akan membaik.

"Dampak Covid-19 permintaan menurun aktivitas oil and gas terganggu dengan pengaturan orang. Kita perkirakan penurunan outlook 2020 yang diperkirakan 755 BOPD, kita outlook 705 BOPD. Dampak penurunan, gas paling terpukul, serapan listrik PLN turun sehingga banyak kargo dikembalikan," papar Dwi dalam diskusi virtual, Kamis, (2/07/2020).

Lebih lanjut Dwi mengatakan, dalam menghadapi situasi sulit ini, SKK Migas melakukan diskusi intensif dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) rencana kerja 2020. Ia menyebut banyak KKKS yang usulkan revisi penundaan kegiatan dan sebagainya.

"Kemudian assessment keekonomian kami sedang lakukan evaluasi, plan shutdown kerjasama dengan pihak pengecualian industri hulu migas mobilisasi barang dan personel, dan kami ajukan paket stimulus pada pemerintah," jelasnya.

Menurutnya SKK Migas mengajukan paket stimulus pada pemerintah dan KKKS renegosiasi tutup kekurangan ekonomi dengan maksimalkan tanki-tanki. SKK Migas juga mendiskusikan agar jangan sampai terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading