Pandangan pemukiman Yahudi Tepi Barat di Ma'ale Efrayim di Lembah Jordan, Selasa, 30 Juni 2020. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampaknya menegaskan untuk melaksanakan rencana Israel mencaplok wilayah-wilayah tertentu di Tepi Barat. (AP Photo/Oded Balilty)
Rencana itu sebelumnya menuai kecaman dari berbagai negara, termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet yang menegaskan bahwa rencana Israel mencaplok wilayah-wilayah tertentu di Tepi Barat adalah langkah "ilegal". (AP Photo/Sebastian Scheiner)
Daerah Tepi Barat dan Lembah Jordan telah memasuki kondisi tidak pasti jelang tanggal 1 Juli pada rabu, tanggal yang diumumkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahusebagai tanggal untuk mendeklarasikan kedaulatan Israel di dua wilayah tersebut. (AP Photo/Oded Balilty)
Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional, sehingga membuat semua pemukiman Yahudi di sana, serta aneksasi yang direncanakan ilegal. (AP Photo/Sebastian Scheiner)
Sayap kanan Israel telah lama mendukung pencaplokan sebagian atau seluruh Tepi Barat, dengan mengatakan wilayah itu vital bagi keamanan negara dan bagian yang tidak terpisahkan dari Tanah Alkitab Israel. (AP Photo/Oded Balilty)
Tetapi sebagian besar dunia menganggap Tepi Barat, yang direbut oleh Israel dari Yordania dalam perang Timur Tengah 1967, menjadi wilayah pendudukan, dan puluhan permukiman Israel, yang sekarang menampung hampir 500.000 warga Yahudi Israel, sebagai ilegal. (AP Photo/Oded Balilty)
Warga Palestina yang tidak tinggal di tanah yang dicaplok bisa menghadapi tantangan lain. Bergerak antara pusat-pusat populasi Palestina, atau bahkan untuk menuju lahan pertanian mereka sendiri bisa menjadi sulit jika mereka harus melintasi wilayah Israel.(AP Photo/Oded Balilty)