Internasional

2 Pangeran Arab Saudi Meninggal Dunia dalam Sebulan, Ada Apa?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
30 June 2020 10:42
Flags of Saudi Arabia and China are hung in front of Tiananmen Gate before Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman's visit to Beijing, China February 21, 2019. REUTERS/Jason Lee Foto: Bendera Arab Saudi dan Cina digantung di depan Gerbang Tiananmen sebelum kunjungan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman ke Beijing, Cina 21 Februari 2019. REUTERS / Jason Lee

Jakarta, CNBC Indonesia - Berita duka kini menyelimuti Kerajaan Arab Saudi. Pada Senin (29/6/2020), salah satu pangeran Arab Saudi meninggal dunia.

Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz meninggal pada Minggu (28/6/2020). Kendati demikian, tidak disebutkan penyakit yang diderita pangeran tersebut.

Doa pemakaman dilakukan di ibu kota Riyadh. "Semoga Tuhan memberkatinya dengan rahmat, pengampunan, kebahagiaan, dan tempat tinggal-Nya," tulis media lokal Saudi Press Agency (SPA).


Pangeran Bandar merupakan keturunan keluarga Al-Saud yang mencakup puluhan ribu pangeran keturunan pendiri Saudi, Raja Abdulaziz. Ia disebut cucu dari putri raja bernama Madawi binti Abdulaziz.

Bandar bin Saad juga memiliki sejumlah saudara kandung. Yakni Pangeran Turki (almarhum), Pangeran Abdulaziz (almarhum), Pangeran Saud (almarhum), Pangeran Faisal, Pangeran Abdullah (almarhum), Pangeran Khaled, Pangeran Muhammad, dan Pangeran Fahd.

Namun tahun ini tak hanya Pangeran Bandar yang meninggal dunia. Dari sejumlah anggota tersebut, dikabarkan salah satu pangeran meninggal karena mengidap penyakit Covid-19 ini.

Ia adalah Pangeran Saud bin Abdullah bin Faisal bin Abdulaziz Al Saud yang diumumkan meninggal pada 4 Juni lalu. Namun alasan kematian Pangeran Saud juga tidak disebutkan.

Sebelumnya, Saudi Leaks melaporkan seorang dokter bernama Nezar Bahabri membenarkan ada 1.200 kasus infeksi di kerjaan. Pada saat diberitakan, disebut dengan gejala berat dan menggunakan ventilator.

Pandemi Covid-19 mulai menjangkiti internal kerajaan Arab Saudi pada April lalu. Pada awal masuknya pandemi, keponakan Raja Salman, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud bahkan harus dirawat secara intensif akibat virus tersebut.

The New York Times menulis, setidaknya ada sekitar 150 bangsawan kerajaan yang tertular virus ini. Media asal negeri Paman Sam itu mendapatkan data dari sumber dekat kerajaan.

Laporan media tersebut dilengkapi dengan info bahwa Rumah Sakit Spesialis King Faisal mengirimkan email memo internal yang berisi arahan "siaga tinggi" kepada para staf.

"Arahan harus siap untuk V.I.P. dari seluruh negara," tulis email memo tersebut. "Kita tidak tahu berapa banyak kasus yang akan kita dapatkan tetapi waspada ... semua pasien kronis harus dipindahkan secepatnya ... kasus mendesak 'utama' yang akan diterima."

Rumah Sakit Spesialis King Faisal memang diperuntukkan merawat anggota keluarga kerajaan. Sedangkan anggota staf kerajaan yang sakit akan dirawat di rumah sakit lain. Pihak RS akan mendahulukan kapasitas ruangan bagi para bangsawan.

Guna menghindari penyebaran virus, Raja Salman yang berusia 84 tahun langsung mengasingkan diri ke istana di pulau dekat Jeddah. Sedangkan Putra Mahkota Mohammad bin Salman berada di resor terpencil dekat Neom, di Barat Laut Saudi.

Arab Saudi kini mencatat 186.436 kasus positif, 1.599 kasus kematian, dan 127.118 pasien berhasil sembuh per Selasa (30/6/2020), berdasarkan data Worldometers.


Saksikan video terkait di bawah ini:

Haji 2020 Dibatalkan, KBRI Riyadh Lakukan Hal Ini


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading