Warning Panglima TNI: Surabaya Harus Serius Tangani Covid-19!

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
22 June 2020 06:10
Indonesia's military chief Hadi Tjahjanto talks to journalists during a press conference with Head of Indonesian Search and Rescue Agency Muhammad Syaugi (L) at Tanjung Priok port in Jakarta, Indonesia, October 31, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

Surabaya, CNBC Indonesia - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, menggelar rapat bersama pejabat wilayah Provinsi Jawa Timur tentang penangananĀ Covid-19 di Jawa Timur di ruang rapat perwira Lanudal Juanda Surabaya, Jumat (19/6/2020).

Hadi mengungkapkan TNI bersama Polri mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo untuk membantu pemerintah pusat dan pemerintah daerah mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan di fasilitas-fasilitas publik selama masa transisi.

"Jawa Timur khususnya Surabaya harus serius dalam menangani tantangan pandemi Covid-19," kata Hadi seperti dikutip dari laman resmi TNI, Minggu (21/6/2020).

Menurut dia, perlu dilakukan sosialisasi yang masif terhadap masyarakat terkait disiplin protokol kesehatan.

"Jangan sampai karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) telah berakhir, masyarakat berpikir bahwa Covid-19 telah selesai. Ini yang harus selalu diingatkan kepada masyarakat agar selalu menjalankan disiplin protokol kesehatan dalam masa transisi menuju normal baru," ujar Hadi.

Panglima TNI Marsekal Hadi TjahjantoFoto: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah) (Dokumentasi Puspen TNI)



Eks Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu bersama Kapolri berharap agar seluruh satuan kewilayahan TNI dan Polri yaitu Kodam, Koarmada, Koops dan Polda beserta jajaran saling sinergi dan berkolaborasi bersama pemda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, termasuk pihak swasta, untuk bersama-sama mencari solusi terbaik bagi penanganan pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

Hadi bilang, tokoh masyarakat adalah panutan dan menjadi rujukan dari masyarakat luas. Oleh karena itu, Ia meminta agar para tokoh juga memberi pemahaman kepada masyarakat luas.

"Jaga jarak aman, gunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, jangan menyentuh mata, hidung, dan muka sebelum mencuci tangan. Lakukankan sosialisasi protokol kesehatan menggunakan kearifan lokal khas jawatimuran, agar pesan dapat sampai kepada masyarakat," kata Hadi.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI menyampaikan ucapkan terima kasih dan berharap agar Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur dapat melaksanakan tugas dengan baik dengan dukungan semua pihak.

"Dengan upaya bersama yang tidak mengenal lelah, kita akan mampu mengendalikan pandemi dengan semangat berkorban sebagaimana telah dicontohkan oleh para pendahulu kita, arek-arek Suroboyo," ujar Hadi.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Minggu (21/6/2020) pukul 12.00 WIB, kasus konfirmasi positif Covid-19 di RI mencapai 45.891. Dari jumlah itu, yang sembuh sebanyak 18.404, sementara yang meninggal 2.465.

Per Minggu (21/6/2020) pukul 12.00, jumlah kasus konfirmasi positif di Jatim sebanyak 9.542, bertambah 91 dibandingkan sehari sebelumnya. Khusus untuk Kota Surabaya, jumlah konfirmasi positif sebanyak 4.628 dengan perincian yang dirawat 2.678, sembuh 1.595, dan meninggal 355.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bisnis Pameran Rugi Rp 7 T, Ada 90 Ribu Orang Kena Dampak


(miq/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading