Second Wave Covid-19, Sri Mulyani: Saya Berdoa tidak Terjadi

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
16 June 2020 14:58
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai APBN KiTa (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, pandemi Covid-19 masih menjadi satu tantangan yang belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Bahkan tidak ada satupun orang di dunia ini yang bisa memprediksi kapan pandemi bakal selesai.

Menurut Sri Mulyani, hal itu yang memberikan tekanan ke perekonomian global yang tentunya berdampak pada kondisi nasional. Di mana, perekonomian negara-negara di dunia pada kuartal I-2020 telah mengalami tekanan dan pada kuartal II kontraksinya akan lebih dalam.

Oleh karena itu, semua negara saat ini tengah mencari kebijakan yang bisa memitigasi dampak Covid-19 ini termasuk Indonesia. Salah satunya banyak yang sudah mulai melakukan pelonggaran pembatasan sosial, namun dengan catatan tetap mengikuti memperhatikan aturan tertentu agar tidak terjadi second wave atau gelombang kedua Covid-19 ini.

"Langkah-langkah relaksasi mal di buka dengan protokol baru untuk mulai melakukan aktivitas mengetahui ancaman Covid-19, ada yang menggunakan kata new normal produktif tapi aman Covid-19. Ini suatu message covid-nya sendiri seluruh dunia tidak mengetahui kapan akan berakhir," ujarnya dalam keterangan pers APBN KiTa, Senin (16/6/2020).

Bahkan, menurut Sri Mulyani, saat ini OECD memproyeksi perekonomian dunia akan semakin terkoreksi jika terjadi second wave dari pandemi ini. Perekonomian dunia bisa minus hingga 7,6% jika ada second wave dan terkoreksi 6% bila hanya single wave.



"Tapi itu juga kontraksi dalam. Pertumbuhan ekonomi dunia di atas 3%. Jadi kalau turun ke minus 6, turunnya hampir 9%," tambahnya.

Namun, ia berharap tidak akan terjadi second wave Covid-19 dengan upaya pelonggaran kebijakan yang dilakukan terutama di Indonesia. Karena kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk yang terbaik tapi bagaimana hasilnya tidak ada yang tahu.

"Kalau second wave, saya berdoa tidak terjadi second wave, kalau yang tadi relaksasi diturunkan lagi," jelasnya.

Sri Mulyani pun meyakini, satu-satunya yang bisa memberikan sentimen positif yang pasti adalah saat nanti vaksin untuk virus corona ditemukan dan ampuh. Tapi, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu tetap berharap jika kebijakan yang dilakukan setidaknya bisa memitigasi dampaknya sehingga perekonomian di kuartal III dan IV bisa lebih baik.

"Kalau bisa melaksanakan program-program pemerintah, masih bisa terjadi pemulihan ekonomi mulai kuartal III. Juni diharapkan sudah ada pemulihan," kata dia.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading