Penuh Amarah & Duka, Ini Surat CEO Apple Tentang George Floyd

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
01 June 2020 11:56
Tim Cook, CEO Apple Inc
Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Apple Inc, Tim Cook buka suara soal tragedi yang kini melanda Amerika Serikat akibat kematian George Floyd.

Tim mengungkapkan seluruh uneg-unegnya atas kasus pembunuhan George Floyd yang ia sebut aksi terkutuk dan menggoreskan luka mendalam bagi seluruh penduduk negeri Abang Sam. Curhatnya ini, ia tuangkan dalam surat elektronik yang ditujukan untuk seluruh karyawannya.


Berikut adalah isi lengkap surat Tim Cook tersebut,


Team,

Saat ini, ada rasa sakit yang dalam di jiwa bangsa kita dan di hati jutaan orang. Agar bisa bangkit bersama, kita harus membela satu sama lain. Kita harus memahami rasa takut, rasa sakit hati, dan amarah yang terjadi akibat aksi kejam pembunuhan George Floyd dan sejarah rasisme yang berlangsung lama ini.

Masa lalu yang menyakitkan itu masih ada sampai sekarang, tidak hanya dalam bentuk kekerasan, tetapi dalam pengalaman sehari-hari dan aksi diskriminasi yang berakar kuat. Kita melihatnya dalam sistem peradilan pidana kita, banyaknya kematian akibat wabah pada komunitas kulit berwarna (hitam dan coklat), dalam ketidaksetaraan dalam layanan lingkungan dan pendidikan yang diterima anak-anak kita.

Meski hukum kita telah berubah, kenyataannya adalah bahwa perlindungan terhadap saudara kita masih belum diterapkan secara universal.

Kita semua jadi saksi kemajuan pesat Amerika Serikat, tetapi fakta bahwa komunitas kulit berwarna terus alami diskriminasi dan trauma tak bisa disembunyikan.

Saya telah mendengar banyak dari Anda bahwa Anda merasa takut, takut di komunitas Anda, takut dalam kehidupan sehari-hari Anda, dan yang paling kejam dari semuanya, takut pada kulit Anda sendiri.

Tidak ada satupun kelompok masyarakat yang bisa dibanggakan jika kita belum bisa menjamin kebebasan akan rasa takut untuk semua orang, agar bisa bekerja dan menjalani hidup di negara yang kita cintain ini.

Di Apple, misi kami adalah dan selalu menciptakan teknologi yang memberdayakan orang untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Kami selalu mendapatkan kekuatan dari keberagaman kami, menyambut orang-orang dari setiap jalan kehidupan ke toko kami di seluruh dunia, dan berusaha untuk membangun Apple yang inklusif bagi semua orang.



Tetapi bersama-sama, kita tetap harus berkontribusi lebih banyak.

Hari ini, Apple memberikan sumbangan kepada sejumlah kelompok, termasuk Equal Justice Initiative, sebuah organisasi nirlaba yang berkomitmen untuk menentang ketidakadilan rasial, mengakhiri penahanan massal, dan melindungi hak asasi manusia orang-orang yang paling rentan dalam masyarakat Amerika.

Untuk membuat perubahan, kita harus menguji kembali pandangan dan tindakan kita sendiri dengan rasa sakit yang sangat terasa tetapi terlalu sering diabaikan.

Masalah martabat manusia tidak boleh dikesampingkan. Kepada kolega kami di komunitas kulit hitam, kami melihat Anda. Anda penting, hidup Anda penting, dan Anda dihargai di sini, di Apple.

Untuk semua rekan kami yang terluka saat ini, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian, dan bahwa kami memiliki sumber daya untuk mendukung Anda.

Kini, lebih penting dari sebelumnya untuk berbicara satu sama lain, dan menyembuhkan rasa kemanusiaan kita bersama. Kami juga memiliki sumber daya gratis yang dapat membantu, termasuk Program Bantuan Karyawan kami dan sumber daya kesehatan mental yang dapat Anda pelajari di situs People.

Ini adalah saat ketika banyak orang mungkin menginginkan kembali ke kondisi normal dan status quo, kondisi nyaman dengan mengesampingkan mata kita dari ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita.

Meskipun sulit untuk mengakui, keinginan itu sendiri merupakan keistimewaan. Kematian George Floyd adalah cambuk yang mengejutkan dan tragis, menegur kita untuk menyasar masa depan yang jauh lebih baik dari apa yang kita sebut normal sebelumnya. Masa depan yang harus kita bangun sesuai dengan cita-cita kesetaraan dan keadilan tertinggi.

Martin Luther King mengatakan, "Selalu ada kelompok masyarakat yang ingin kondisi status quo dan tak acuh serta tertidur selama revolusi terjadi. Hari ini bukan saatnya, kelangsungan hidup masyarakat bergantung pada kemampuan kita untuk tetap terjaga, menyesuaikan diri dengan ide-ide baru, untuk tetap waspada dan menghadapi tantangan perubahan".

Dengan setiap nafas yang kita ambil, kita harus berkomitmen untuk berada dalam perubahan itu, dan menciptakan dunia yang lebih baik, lebih adil bagi semua orang.


[Gambas:Video CNBC]




(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading