Dampak Covid-19

Kantor Kawasan Segitiga Emas DKI Bakal Ditinggalkan, Kenapa?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
29 May 2020 17:53
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Kamis (20/9/2018). Lembaga riset properti Colliers International Indonesia dalam laporannya menyebutkan ada 500.000 ribu square meter lahan perkantoran baru yang siap disewakan di Jakarta hingga akhir 2018. Di mana 64% di antaranya berada di kawasan sentral bisnis atau Central Business Dictrict (CBD).Sayangnya, naiknya jumlah kantor tidak diikuti dengan kenaikan permintaan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah perkantoran sewa di kawasan strategis di Jakarta diprediksi bakal menjadi yang paling terkena dampak dari pandemi covid-19. Selain dapat tekanan harga sewa yang turun, para penyewa atau tenant kini mencari tempat perkantoran yang lebih miring harganya dari kawasan segitiga emas.

"Yang saya dengar dari teman-teman, mulai kurangi cost untuk menyewa, mungkin mereka akan pindah dari office segitiga (emas) ke jalur yang nggak terlalu mahal lah setidaknya. Ya, Sudirman-Kuningan-SCBD setelah pandemi akan banyak perbedaan menurut saya," kata Ketua Umum DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta Arvin F Iskandar kepada CNBC Indonesia, Jumat (29/5).

Kawasan segitiga emas Jakarta, banyak perkantoran yang menjadi opsi bagi banyak perusahaan untuk dijadikan lokasi bisnis. Di antaranya kawasan Kuningan-Sudirman antara lain Gama Tower, Equity Tower, The Energy Tower serta Lippo Kuningan. Letaknya yang berada di pusat kota dinilai strategis dalam kelancaran usaha. Namun, harga yang ditawarkan memang paling tinggi.




Di tengah masa pandemi virus Covid-19, perusahaan akan lebih selektif dalam mengeluarkan biaya. Di antaranya dalam hal menyewa perkantoran seperti mengurangi luas kantor untuk bekerja atau bahkan lokasi baru yang lebih murah. "Carinya yang lebih reasonable, lebih murah karena office nggak bisa operasi maksimal," paparnya.

Pengelolaan perkantoran disebut Arvin, sudah mendapat permintaan negosiasi dari para pengusaha yang menjadi penyewa atau tenant kantor. Angka penurunannya pun cukup signifikan. "Kalau untuk office mungkin mereka minta potongan sampai dengan 50%, karena office mereka nggak maksimal," sebutnya.

Laporan Coldwell Banker Commercial Indonesia mencatat tingkat hunian gedung perkantoran Jabodetabek pada kuartal I-2020 masih stabil dibandingkan Q4-2019. Namun, COVID-19 berdampak besar pada menurunnya aktivitas sewa-menyewa sehubungan tertundanya lease agreement atau mundurnya calon penyewa baru.

Namun khusus di Jakarta, aktivitas sewa menyewa melambat selama Q1-2020. Hunian baru selama Q1-2020 di beberapa kota dikontribusi oleh ekspansi bisnis di bidang coworking space, perbankan, logistik, dan lembaga keuangan lainnya.

Dalam catatan Coldwell Banker, perkantoran premium atau Grade A seperti kawasan segitiga emas Jakarta, tingkat okupansinya memang paling rendah pada kuartal I-2020, hanya 76%, sedangkan Grade C masih bisa mencapai 87%.


[Gambas:Video CNBC]





(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading