Jokowi Yakin Kurva Covid-19 Bakal Turun, Tapi...

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
27 May 2020 10:44
Presiden Joko Widodo meninjau Mal Summarecon (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini memimpin rapat terbatas dengan topik pembahasan pelaksanaan protokol tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan empat pesan utama kepada jajarannya. Pertama, yang berkaitan dengan puluhan ribu aparat TNI dan Polri yang diterjunkan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota menuju era kenormalan baru.

"Apabila efektif, kita akan gelar perluas lagi ke provinsi yang lain," kata Jokowi di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/5/2020).


Kedua, kepala negara meminta agar tatanan new normal yang sudah dipersiapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) disosialisasikan secara masif kepada masyarakat agar menimbulkan kesadaran pentingnya menjalankan protokol tersebut.

Dengan demikian, menurut Jokowi, masyarakat harus tahu apa yang dikerjakan. Mulai dari jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan,dan dilarang berkerumun.



"Kalau itu dilakukan, sosialisasikan secara masif, saya yakin kurva bisa kita turunkan di beberapa provinsi. Kemudian, nanti kita akan mulai tatanan baru ini. Kita coba beberapa provinsi yang punya R0 di bawah satu dan pada satu sektor tertentu yang kita lihat di lapangan bisa ikuti normal baru yang kita kerjakan," ujar Jokowi.

Terakhir, Jokowi meminta jajarannya untuk mengecek satu persatu tingkat kesiapan daerah dalam mengendalikan wabah Covid-19. Bagi daerah yang masih memiliki kurva tinggi, maka pengawasan akan semakin ditingkatkan.

"Yang kurvanya masih tinggi, untuk Jawa Timur misalnya, kita tambah bantuan pasukan aparat di sana agar bisa tekan kurvanya tidak naik lagi dan masifkan uji sampel pelacakan terhadap PDP, ODP. Ini kita lakukan pada kurva yang masih naik," kata Jokowi.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading