Hari ini, Hasil Sidang Isbat 2020 Diumumkan

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
23 April 2020 10:16
Buka Puasa di Berbagai Negara (Muslims wait to have their Iftar (breaking fast) meals inside a mosque during the holy fasting month of Ramadan in Mumbai, India, May 10, 2019. REUTERS/Francis Mascarenhas)
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Agama (Kemenag) bakal menggelar Sidang Isbat untuk menentukan awal bulanĀ Ramadan 1441 H setelah ibadah Salat Maghrib pada Kamis (23/4/2020). Sidang Isbat akan digelar dengan skema berbeda sehubungan dengan pandemiĀ Covid-19 di Indonesia

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Islam Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan sidang Isbat nantinya akan memanfaatkan sarana sambungan jarak jauh atau teleconference.

"Seiring kebijakan physical distancing dan sesuai protokol kesehatan, kita menghindari ada kerumunan. Sidang isbat akan memanfaatkan teknologi teleconference sehingga peserta dan media tidak perlu hadir di Kementerian Agama," kata Kamaruddin dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip cnnindonesia.com, Kamis (23/4/2020).


Kamaruddin menjelaskan Sidang Isbat akan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama, diawali dengan paparan posisi hilal awal Ramadan 1441 H oleh anggota Tim Falakiyah Kementerian Agama. Paparan ini akan disiarkan secara live streaming melalui website dan medsos Kemenag.

Diketahui, Kemenag sendiri sudah menetapkan pos pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang tersebar di 82 titik pemantauan di 34 provinsi di Indonesia.

"Akan dibuka dialog. Masyarakat dan media bisa mengikuti melalui room meeting online yang nanti akan dibagikan. Tentu kuotanya juga terbatas," ujar Kamaruddin.

Tahap kedua, lanjut dia, sidang Isbat digelar secara tertutup. Sidang ini hanya dihadiri secara fisik oleh perwakilan MUI, DPR RI, serta Menag Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, dan Kamaruddin selaku Dirjen Bimas Islam Kemenag.

Sidang itu diawali dengan pembacaan laporan olah Direktur Urusan Agama Islam tentang hasil rukyatul hilal dari seluruh Indonesia. Para tokoh ormas yang diundang bisa mengikuti dan berdialog dalam proses sidang ini melalui teleconference.

"Setelah mendengar laporan dan masukan dari ormas, Menag akan menetapkan awal Ramadan 1441 H," kata Kamaruddin.

Lantas tahap terakhir, hasil sidang isbat akan diumumkan secara terbuka oleh Fachrul Razi melalui telekonferensi. Sehingga, media tidak perlu hadir di kantor Kemenag dan menggunakan sambungan jarak jauh.

"Publik bisa mengikutinya melalui live streaming, website dan medsos Kemenag," kata dia

Diketahui, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah terlebih dulu menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1441 H pada Jumat, 24 April 2020. Sementara Idul Fitri jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020.

Keputusan tersebut disampaikan dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2020 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1441 Hijriah.

Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan berdasarkan mekanisme hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading