Prancis merupakan salah satu negara yang memiliki kasus pasien positif corona (COVID-19) tertinggi di Eropa. Negara itu bahkan melakukan penguncian wilayah (lockdown) sejak Maret lalu. (AP/Francois Mori)
Lockdown ini membuat warga harus mengarantina diri di rumah. Namun hal tersebut sulit dilakukan terutama untuk kelompok tunawisma, yang berada dipinggiran kota Paris. (AP/Francois Mori)
Di beberapa sudut kota Paris, tunawisma tampak duduk di spot-spot tertentu. Meski mencoba mengikuti aturan pemerintah, mereka makin bergantung pada dermawan yang memberikan bantuan, baik makanan, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari. (AP/Francois Mori)
Ibukota Paris memiliki lebih dari 3.600 tunawisma. Seorang pria tunawisma bernama Erwan mengatakan,meskipun uang yang diterima di jalan-jalan telah berkurang separuhnya selama lockdown, doa kerap diucapkan warga Paris.(AP/Francois Mori)
"Saya telah melihat orang-orang di jalan yang mengabaikan saya dan melihat ke bawah hidung mereka, dan sejak karantina, mereka berhenti untuk berbicara kepada saya dan itu sangat bagus," kata Erwan. (AP/Francois Mori)
Dikutip dari Worldometers, Prancis telah mengonfirmasi 147.969 kasus pasien positif dengan 18.681 orang meninggal dunia. Sedangkan jumlah total kasus COVID-19 secara global telah mencapai 2.250.790 di mana 154.266 meninggal dunia. (AP/Francois Mori)