Sejumlah pedagang pakaian jadi di Pasar Tanah Abang Blok B megeluarkan barang dagangannya dari kios mereka, Minggu (12/4/2020). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Perumda Pasar Jaya resmi memperpanjang penutupan Pasar Tanah Abang dari yang semula seharusnya dibuka pada 5 April 2020, diundur menjadi 19 April 2020. Kebijakan ini dilakukan sesuai dengan perpanjangan masa darurat pandemi Covid-19 di DKI Jakarta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Dikutip dari akun media sosial instagram, PD Pasar Jaya mengumumkan penutupan itu berlaku untuk seluruh kegiatan usaha di Blok A, Blok B, Blok F, dan Blok G. Aktivitas perdagangan dibuka terbatas hanya untuk para pedagang bahan pangan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Sehubungan dengan tanggap darurat Covid-19, maka Pasar Tanah Abang Blok A,B, F dan G kecuali pedagang bahan pangan, ditunda dibuka sampai dengan tanggap darurat corona berakhir," tulis postingan Perumda Pasar Jaya, Selasa (7/4/2020). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara itu semula dijadwalkan mengehentikan aktivitas perdagangannya pada 27 Maret 2020 hingga 5 April 2020. Namun, penghentian itu diperpanjang selama 14 hari hingga 19 April 2020. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Seiring penutupan pasar Tanah Abang, para pedagang terancam kehilangan pendapatan. Omzet penjualan atau transaksi yang berpotensi hilang akibat penutupan ini, khususnya menjelang Ramadan saat ini ditaksir mencapai Rp 400 miliar per hari. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sedangkan pada hari biasa, rata-rata omzet pedagang dari pasar Tanah Abang mencapai Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar. Kini, aktivitas pernigaan di kawasan tersebut hanya dibuka bagi para penjual kebutuhan pokok dan obat-obatan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Promotion Manager Pengelola Pasar Tanah Abang Hery Supriyatna menjelaskan, perpanjangan penutupan pasar juga dilatari oleh pertimbangan minimnya pengunjung yang datang seiring imbauan physical distancing untuk mencegah penyebaran virus. Padahal, saat ini merupakan periode dimana pedagang memanen untung dari penjualan produk sandang menjelang Ramadan dan Idul Fitri. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Akibat kebijakan penutupan, beberapa pedagang mulai mengajukan protes kepada pihak pengelola pasar lantaran kehilangan pemasukan. Kondisi itu diperparah dengan tidak adanya bantuan dari pemerintah kepada pada pedagang, ditambah biaya retribusi keamanan sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per meter persegi setiap bulannya masih terus berjalan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Seluruh aktivitas perdagangan di pasar tersebut kita liburkan sementara. Ini merupakan salah satu langkah pencegahan dan penyebaran Covid-19, terkecuali di Blok G boleh berjualan khusus bahan pangan saja," katanya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Rencana penutupan ini telah dikomunikasikan dengan pedagang terlebih dahulu. Terlebih, menjelang bulan Ramadan memang menjadi waktu yang sangat penting bagi pedagang penjualan mereka akan lebih tinggi daripada hari biasa. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)