Perangi Covid-19, Jokowi: Marilah Kita Tetap Berada di Rumah

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
10 April 2020 16:50
Pesan tersebut disampaikan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden yang diunggah pada Jumat (10/4/2020).
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo memberikan pesan khusus terkait pandemi Covid-19. Pesan tersebut disampaikan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden yang diunggah pada Jumat (10/4/2020).

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak, ibu dan saudara-saudara yang telah tinggal di rumah. Karena dengan tinggal di rumah, kita semua telah berupaya memutus mata rantai dan artinya telah menyelamatkan banyak keluarga dari virus ini," kata Jokowi.

Kepala negara lantas menyampaikan kepada masyarakat untuk bersatu padu dalam menghadapi penyebaran virus corona. Ia menyebut Indonesia tidak sendiri. Ini karena masih ada 208 negara lain yang melaporkan kasus konfirmasi positif Covid-19. Dan setiap negara sudah memiliki protokol masing-masing dalam menghadapi virus ini.


"Dan tetaplah bersabar, optimis, tetap disiplin berada di rumah. Jaga jarak dalam berhubungan berinteraksi dengan orang lain. Hindari kerumunan rajin mencuci tangan. Pakailah masker ketika keluar rumah," sebut mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Ketika kedisiplinan kuat itu kita lakukan, insya allah kita akan kembali pada situasi dan kondisi normal dan dapat bertemu dengan saudara, bertemu dengan teman bertemu dengan kerabat dan tetangga dalam situasi yang normal. Tapi untuk saat ini marilah kita tetap berada di rumah saja," lanjut Jokowi.



Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan dalam kurun waktu Kamis (9/4/2020) pukul 12.00 WIB hingga Jumat (10/4/2020) pukul 12.00 WIB ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 219 kasus baru.

"Artinya diperkirakan ini terinfeksinya di 5-6 hari lalu sebanyak 219 kasus baru sehingga totalnya adalah menjadi 3.512 kasus," kata Yuri, sapaan akrab Achmad Yurianto, di Graha BNPB, Jumat (10/4/2020).

"Ada 30 pasien yang sudah sembuh sehingga total jadi 282 kasus. Kemudian ada 26 yang meninggal sehingga totalnya 306 kasus," lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading