Bergulat dengan virus corona di Spanyol, Barcelona mengubah perpustakaan jadi ruang perawatan.
Sebuah perpustakaan kini disulap jadi ruang perawatan intensif (ICU) di rumah sakit Germans Trias i Pujol di Barcelona, Spanyol, guna membantu merawat pasien corona (COVID-19). (AP Photo/Felipe Dana)
Pada awal April ini, Spanyol jadi negara dengan jumlah kasus terinfeksi terbanyak ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan Italia. Lebih dari 112 ribu orang terinfeksi virus tersebut sejak Januari lalu. (AP Photo/Felipe Dana)
Wabah corona yang kini telah menjadi pandemi dan menyebar ke lebih dari 200 negara di dunia itu membuat beberapa negara kelimpungan karena rumah sakit tak lagi bisa menampung pasien. (AP Photo/Felipe Dana)
Pada Kamis (2/4) kemarin, jumlah kematian di Spanyol melebihi 10 ribu, setelah terjadi jumlah kematian tertinggi dalam satu hari yaitu lebih dari 950 orang. Namun, Spanyol pertambahan jumlah kasus positif di Spanyol sendiri semakin melambat. (AP Photo/Felipe Da
Seorang tenaga medis memeriksa sampel-sampel yang akan diuji pada suatu laboratorium mikrobiologi di Barcelona. Selain bergulat dengan masalah kapasitas rumah sakit, Spanyol pun sempat kewalahan menyediakan tes COVID-19 sehingga harus memesan dari China. (AP Photo/Felipe Dana)
Dengan rumah sakit yang terisi penuh dan perpustakaan yang diubah menjadi rumah sakit, Pemerintah Spanyol pun menerapkan lockdown ketat agar penyebaran corona bisa dikendalikan. (AP Photo/Felipe Dana)
Selain masalah kapasitas rumah sakit, alat pelindung diri untuk dokter dan ventilator juga kerap menjadi masalah negara-negara yang terkena wabah corona. Spanyol pun memesan khusus ventilator kepada salah satu pabrikan di China. (AP Photo/Felipe Dana)