Virus Corona Lemah di Cuaca Panas? Ini Penjelasan IDI

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
03 April 2020 11:10
Siman penjelasan Wakil Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia buka suara perihal pernyataan sejumlah pejabat negara yang menilai cuaca panas Indonesia memengaruhi penyebaran virus corona. Menurut Wakil Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi, penilaian itu tidak berdasar.

"Jadi teori-teori seperti itu sudah terpatahkan pada saat kita bicara dulu tidak ada virus corona di Indonesia, tapi ternyata akhirnya ada. Ya karena waktu itu ada juga yang mengatakan seperti itu. Buktinya Thailand juga walaupun dengan iklim yang sama dengan Indonesia, Thailand juga sudah ada duluan kan," katanya, Kamis (2/4/2020), seperti dikutipĀ detik.com Jumat (3/4/2020).

"Sehingga kita juga tidak bisa mengatakan bahwa di Indonesia ini virusnya akan cepat mati atau cepat hilang karena cuaca tidak mendukung. Kan kita tidak bisa mengatakan seperti itu karena dasar referensi belum ada," lanjut Adib.


Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai faktor cuaca menjadi salah satu aspek yang memengaruhi sebaran wabah Covid-19. Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri dengan topik pembahasan antisipasi mudik melalui video conference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

"Covid-19 ini kalau kita lihat dengan musim yang ada sekarang, cuaca juga sangat memengaruhi perkembangan Covid-19 ini," kata Jokowi, Kamis (2/4/2020).



Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia akan diuntungkan cuaca terkait dengan pandemi Covid-19 yang telah menyebar di seluruh dunia. Keuntungan yang dimaksud karena bulan April disebut sebagai waktu-waktu di mana cuaca panas dan kelembaban udara lebih tinggi dibanding tempat lainnya.

"Indonesia sebenarnya diuntungkan, April mulai masuk kemudian humidity yang tinggi membuat Covid-19 relatif lebih lemah dibanding tempat lain," ujar Luhut.

Namun, kondisi itu tak lantas bisa serta merta membuat virus corona langsung bisa diatasi jika tak ada kerja sama masyarakat. Misalnya tidak menjaga jarak, hingga mengabaikan peringatan pemerintah.

"Tapi kalau jaga jarak tak ketat, terlalu banyak masih berkumpul, tak berlaku mengenai keuntungan kita dari panas dan humidity yang tinggi tadi. Ini harus dicari keseimbanganya," katanya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Kabar Duka: 2 Dokter di DKI & Jabar Meninggal Akibat COVID-19


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading