Internasional

Dihantam Corona, Boeing Tawarkan PHK Sukarela ke Karyawan

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
03 April 2020 10:41
Kepala Eksekutif Boeing, Dave Calhoun menguraikan rencana PHK sukarela untuk karyawan di tengah wabah corona.

Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak merebaknya wabah virus corona (COVID-19) di sektor penerbangan tidak hanya membuat banyak maskapai merugi. Tapi juga membuat salah satu perusahaan pembuat pesawat dunia, Boeing Co, mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya.

Sebagaimana dilaporkan AFP, Kepala Eksekutif Boeing, Dave Calhoun menguraikan rencana PHK sukarela untuk karyawan pada hari Kamis (2/4/2020). Dalam rencana itu, karyawan yang memenuhi syarat yang ingin keluar dari perusahaan akan ditawari paket gaji dan tunjangan, kata Calhoun dalam sebuah memo.

"Kami menghadapi tantangan baru. Kami mengambil tindakan berdasarkan apa yang kami ketahui hari ini," kata Calhoun.



"Kami juga melakukan semua yang kami bisa ... Itu berarti terus melakukan pengiriman untuk pelanggan komersial dan jasa kami, bahkan ketika bisnis mereka sendiri berjalan lambat."

Sebelumnya pada Rabu, Reuters melaporkan bahwa pengumuman mengenai paket pensiun dini dan pembelian itu akan diumumkan paling cepat pada Kamis.

Perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat (AS) ini memiliki sekitar 150.000 karyawan di seluruh dunia. Di mana hampir setengahnya bekerja di pabriknya di wilayah Puget Sound Seattle.

Dihantam Corona, Boeing Tawarkan PHK Sukarela ke KaryawanFoto: Boeing 777x (Boeing.com)



Sebelumnya Boeing juga telah mengumumkan penundaan perekrutan dan pembayaran uang lembur kecuali di daerah-daerah kritis tertentu. Hal itu dilakukan perusahaan untuk menghemat uang. Sebab perusahaan yakin pandemi virus corona akan memiliki dampak jangka panjang pada perusahaan dan industri dirgantara global.

Apalagi hingga saat ini Boeing masih menghadapi kasus pelandasan (grounding) pesawat jenis 737 MAX buatannya. Itu terjadi sejak pesawat itu terlibat dalam dua kecelakaan fatal yang menewaskan 346 orang dalam rentang waktu lima bulan.

Boeing juga telah menghentikan produksi salah satu pesawat terlarisnya itu pada Januari. Pada pekan lalu, Boeing juga menghentikan operasi di pabrik pesawat dua lorong (twin-aisle) di sekitar Seattle setelah lebih dari selusin karyawannya dinyatakan positif COVID-19. Di mana salah satunya telah meninggal.




"Akan membutuhkan waktu bagi industri kedirgantaraan untuk pulih dari krisis," kata Calhoun.

Boeing telah meminta paket bailout senilai US$ 60 miliar (sekitar RP 900 triliun/estimasi kurs RP 15.000 per dolar) untuk industri manufaktur kedirgantaraan AS. Itu sudah termasuk untuk jaminan pinjaman.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Nyata! Gelombang PHK Buruh Sudah Mulai Terjadi, Tolong...


(res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading