(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto),
CNBC Indonesia
27 March 2020 17:23
Alat Pelindung Diri (APD) menjadi salah satu komponen penting dalam melindungi tenaga medis di tengah gempuran pandemi Covid-19.
Pekerja konveksi memperagakan busana Alat Pelindung Diri (APD) atau pakaian hazmat di rumah produksi Andor Apparel di Pusat Industri Kecil (PIK), Penggilingan, Jakarta Timur, Jumat (27/3/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Penggunaan APD sendiri sangat penting untuk mencegah penularan virus corona. Akibat kian langkanya APD membuat konveksi ini beralih produksi untuk membuat pakaian hazmat. (CNBCÂ Indonesia/Andrean Kristianto)
Sebelumnya tempat produksi ini mengerjakan pakaian kemeja, seragam dan rompi. (CNBCÂ Indonesia/Andrean Kristianto)
Pemilik konveksi, Riswan Halomoan (37), menuturkan ia beralih untuk memproduksi pakaian APD karena merasa peduli sama kondisi negara kita saat ini yang sedang menghadapai penyebaran virus corona. (CNBCÂ Indonesia/Andrean Kristianto)
Pakaian hazmat produksi Riswan dijual dengan harga Rp 75.000 untuk bahan parasut dan Rp 45.000 yang berbahan spundbound. (CNBCÂ Indonesia/Andrean Kristianto)
Riswan mengatakan untuk yang berbahan parasut bisa dipakai beberapa kali dan untuk bahan spundbound hanya untuk sekali pakai. (CNBCÂ Indonesia/Andrean Kristianto)
Saat ini, produksi pakaian APD-nya telah dipesan berbagai wilayah di Indonesia salah satunya NTT dan Papua. Dalam sehari rumah produksi ini dapat menghasilkan 1.000 pakaian APD yang dikerjakan oleh 20 orang pegawai. (CNBCÂ Indonesia/Andrean Kristianto)
Ia bercerita bahwa salah satu pelanggannya mengatakan ada yang menjual pakaian tersebut seharga Rp 700.000 untuk 2 pcs di salah satu pusat perbelanjaan alat kesehatan di Jakarta. Menurut dia harga tersebut sangat terlalu mahal dan menyusahkan petugas kesehatan yang membutuhkan. (CNBCÂ Indonesia/Andrean Kristianto)
Pakaian produksinya, menurut dia, sudah standar Kemenkes dan diawasi oleh Puskesmas Penggilingan dan pelanggannya salah satunya dari Kemenkes. (CNCB Indonesia/Andrean Kristianto)
Saat ini, APD miliknya sudah dipesan sebanyak 10.000 pcs. Riswan mengatakan saat ini ia terkendala dengan bahan baku yang harganya mulai merangkak naik. (CNCB Indonesia/Andrean Kristianto)