Suasana pabrik penyulingan Eight Oaks Farm, Philadelphia, AS, yang diubah sementara operasinya menjadi pusat produksi hand sanitizer. (AP Photo/Matt Rourke)
Ide tersebut muncul ketika seorang pemilik pabrik kesal melihat harga hand sanitizer yang meroket dan langka karena wabah Covid-19. (AP Photo/Matt Rourke)
Pabrik tersebut meningkatkan produksi minggu ini dan mendistribusikan botol hand sanitizer ke badan amal serta memasarkan di website dan pasar setempat. (AP Photo/Matt Rourke)
Di Eight Oaks Farm Distillery, sekitar 70 mil (115 kilometer) utara Philadelphia, para pekerja bereksperimen dengan alkohol, lidah buaya, dan gliserin yang tahan tinggi untuk mendapatkan komposisi yang tepat. Resep ini sesuai ketentuan yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (AP Photo/Matt Rourke)
Di luar dorongan kemanusiaan, industri minuman keras juga memiliki kepentingan bisnis dalam melihat ancaman Covid-19. (AP Photo/Matt Rourke)
Permintaan pasar yang banyak membuat harga hand sanitizer lebih tinggi. Di pasar online, harga jualnya lebih dari $ 300 per ons atau setara Rp 4,5 juta. Sehingga tidak heran jika pemilik pabrik memutuskan untuk mengalihkan fokus perusahaan. (AP Photo/Matt Rourke)
Tampilan produk hand sanitizer Eight Oaks Farm. Produk itu dibuat dengan 'resep' yang tepat, sesuai ketentuan yang diterbitkan oleh WHO (AP Photo/Matt Rourke)