Internasional

Trump Sebut Corona 'Virus China', China Ngamuk!

News - Thea Fathanah Arbar & Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
17 March 2020 15:44
Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang.
Beijing, CNBC Indonesia - Pemerintah China berang dengan cuitan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut virus corona "virus China".

"Menghubungkan virus dengan China adalah stigmatisasi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang dalam jumpa pers reguler, Selasa (17/3/2020). "Kami merasa marah dan sangat menentangnya."

Sebelumnya, julukan itu diutarakan Trump melalui akun Twitternya @realDonaldTrump.


"AS akan sangat mendukung industri-industri seperti maskapai penerbangan dan lainnya, yang secara khusus dipengaruhi Virus China," tulisnya melalui akun Twitter Senin (16/3/2020) malam.

Virus corona jenis baru ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei. Ia kemudian menyebar di Desember dan membuat kota Wuhan dikarantina sejak Januari lalu.

Pekan lalu, Jubir Kemenlu China Zhao Lijian, mengatakan virus corona kemungkinan masuk ke Negeri Tirai Bambu karena dibawa oleh tentara AS.



Pernyataan itu disampaikan melalui postingan di Twitter-nya pada Kamis (12/3/2020) malam. Pernyataan itu juga menggemakan teori konspirasi serupa yang banyak beredar di media sosial China.

"Mungkin tentara AS yang membawa epidemi ke Wuhan. Bersikaplah transparan! Ceritakan data Anda! AS berutang penjelasan pada kami!" cuitnya di twitter, menurut AFP.

Berdasarkan situs Worldometer pukul 15:00, kasus positif corona di dunia mencapai 183.112. Total korban meninggal adalah 7.175 dan yang sembuh adalah 79.904.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading