Obat Anti Radang Bisa Memperburuk Pasien Virus Corona

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
16 March 2020 18:56
Penggunaan obat anti inflamasi (anti radang) dapat memperburuk kondisi pasien yang terkena COVID-19.
Jakarta, CNBC Indonesia- Penggunaan obat anti inflamasi (anti radang) dapat memperburuk kondisi pasien yang terkena COVID-19. Pasien disarankan menggunakan paracetamol, dibandingkan ibuprofen atau kortison.

Hal ini disampaikan oleh pemerintah Perancis sebagai peringatan karena besarnya penggunaan obat anti inflamasi bebas, dan justru dapat memperburuk virus corona.

Dilansir dari The Guardian, Menteri Kesehatan Perancis Olivier Veran yang juga dokter dan neurologis menjelaskan dalam cuitannya di Twitter.


"Menggunakan anti inflamasi (ibuprofen, cortisol) bisa menjadi faktor yang memperburuk infeksi. Jika terjadi demam, gunakan paracetamol. Jika anda sudah terlanjur menggunakan obat anti inflamasi, mintalah saran dokter anda," kata dalam kicauan Twitternya, Sabtu (14/03/2020).



Otoritas kesehatan Perancis pun menyatakan penggunaan obat anti inflamasi bisa berisiko kepada penderita penyakit menular yang terinfeksi, karena bisa mengurangi respons sistem kekebalan tubuh.

Kementerian Kesehatan Perancis juga menambahkan, pasien juga sebaiknya menggunakan paracetamol. Di Amerika Serikat paracetamol dikenal dengan merek generik untuk acetaminophen, dengan bran Tylenol.

"(Paracetamol) akan mengurangi demam tanpa menyerang balik peradangan," tulis Kemenkes Perancis.

Sejak pertengahan Januari, pasien di Perancis diharuskan berkonsultasi jika ingin membeli obat pereda nyeri termasuk ibuprofen, paracetamol, aspirin, mengingat risiko dari penggunaan obat tersebut.

"Obat anti inflamasi meningkatkan risiko komplikasi ketika ada demam atau infeksi," kata Kepala Pharmacology Rumah Sakit Toulouse, kepada RTL Radio.


Menteri Kesehatan Perancis mengumumkan pada Jumat (13/03/2020) malam jumlah pasien virus corona meningkat 800 orang dalam 24 jam. Ada 3.661 orang positif terkena corona dan 79 orang meninggal, selain itu 154 orang menjalani perawatan intensif.
Artikel Selanjutnya

Perangi Corona, Ini Strategi Dari Sejumlah BUMN


(dob/dob)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading