Pengunjung melihat busana yang dijual di Blok C, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020). Efek berantai dari wabah virus corona di China sudah terasa dalam hal perdagangan khususnya rantai pasok bahan baku tekstil dan produk tekstil ke Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Produsen pakaian di dalam negeri yang selama ini bergantung dari kain dan pewarna dari China mulai kena dampak. Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno yang juga pemilik pabrik pakaian dan tekstil, mengatakan baru-baru ini dampak virus corona sudah terasa terhadap pasokan barang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Saat ini, proses produksi barang masih memakai stok yang lama. Tapi untuk bahan baku bulan depan sudah mengkhawatirkan. "Ada sebagian belum bisa berangkat dari China, produksi belum Stop. Karena bahan baku yang belum bisa berangkat untuk produksi bulan April," ujar Benny. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Produsen hanya mengandalkan pasokan bahan baku dari China. Oleh karena itu, dampaknya ada gangguan pada produksi Maret dan selanjutnya ekspor bulan April akan terpengaruh. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Risma, salah satu pedagang di lantai dasar Blok C Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, merasakan sepinya pengunjung sejak virus corona masuk ke Indonesia. "Biasanya sehari bisa terima Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta, sekarang 500 ribu pun sulit," jelasnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)