Suasana pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 di Sumatera Utara, Senin (9/3/2020). Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 akan dilengkapi dengan terowongan sepanjang 8 Km. Terowongan tersebut saat ini tengah memasuki tahap konstruksi. (Dok. PLN)
PLTA Asahan 3 yang dibangun terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba Samosir mengunakan sistem "run-of-river". Artinya, PLTA ini mengalirkan air dari sungai Asahan untuk dialirkan ke turbin air melalui terowongan yang sedang dibangun sepanjang 8 km. Terowongan ini menembus Pegunungan Bukit Barisan di Sumatera Utara. (Dok. PLN)
Secara keseluruhan, proyek yang dibangun direncanakan berkapasitas 174 MW. Ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang nantinya akan menambah pasokan listrik di Sistem 275 kV Sumatera selain meningkatkan bauran energi baru terbarukan. (Dok. PLN)
Pembangunan PLTA Asahan 3 telah dimulai pada tanggal 28 Maret 2019, hingga saat ini progres pembangunan mencapai 5,11%. Dalam masa pembangunan pembangkit ini PLN bekerjasama dengan Shimizu Corp - PT Adhi Karya (Persero) Tbk Joint Operation (SAJO) yang nantinya direncanakan beroperasi pada tahun 2023.. (Dok. PLN)
Listrik yang dihasilkan PLTA Asahan 3 ini nantinya akan disalurkan untuk memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera Bagian Utara melalui Gardu Induk 275 kV Simangkuk. Selain itu juga mampu meningkatkan bauran energi baru terbarukan sebesar 3,3%. (CNBC Indonesia/ Muhammad Choirul Anwar)