115 Orang Dipantau Terkait Virus Corona, Ini Kata Dinkes DKI

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
02 March 2020 11:08
Penjelasan disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta memberikan penjelasan terkait status 115 orang di ibu kota yang dipantau terkait virus corona (Covid-19). Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia, mereka kebanyakan tidak dirawat di rumah sakit (RS).

"Karena memang kondisinya ringan," ujar Dwi saat dihubungi pada Minggu (1/3/2020) seperti dilansir detik.com, Senin (2/3/2020). "Kalaupun ada yang dirawat, tetapi bukan karena pneumonia, bukan karena radang paru-paru, mungkin karena observasi demam tetap dipantau," lanjutnya.

Dwi lantas menjelaskan jumlah 115 orang merupakan angka kumulatif sejak Dinkes DKI Jakarta mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Jakarta. Menurut dia, sebagian orang masih ada yang dipantau, namun ada juga yang sudah selesai dilakukan pemantauan.


Kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan buka suara terkait Covid-19 di Jakarta. Berbicara di sela acara HUT ke-101 Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan Provinsi DKI Jakarta, Anies menyebut selama satu bulan lebih di DKI, ada 115 orang dalam pemantauan dan 32 orang dalam pengawasan.

"Ini semua mengikuti kriteria yang diterapkan menteri kesehatan," ujarnya seperti dilansir detik.com, Senin (2/3/2020).

Sebagai tindak lanjut, Anies sudah menerbitkan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 16 Tahun 2020. Penerbitan ingub merupakan bagian dari kewaspadaan dan persiapan Pemprov DKI Jakarta jika ada kasus Covid-19 di ibu kota.

‚Ä®"Covid-19 ini sesuatu yang harus kita antisipasi secara serius. Tapi ingub ini bukan satu-satunya," kata Anies.

Lebih lanjut, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menuturkan, Pemprov DKI Jakarta juga sedang dalam proses membentuk tim tanggap Covid-19. Tim itu akan dipimpin oleh Asisten Gubernur DKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Rakyat.

"Nantinya akan menjadi pusat kendali untuk pemantauan, pencegahan, dan pengendalian," ujar Anies.
Kementerian Kesehatan memberikan tanggapan ihwal pernyataan Anies terkait Covid-19. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono menjelaskan pasien yang berstatus dalam pengawasan berarti mereka yang menunjukkan gejala-gejala menderita Covid-19 seperti demam, flu, sesak napas, dan punya riwayat perjalanan ke tempat yang sudah terinfeksi.

"(Pasien dalam pengawasan) dalam bahasa Inggris disebut suspect," ujar Anung seperti dilansir detik.com, Minggu (1/3/2020).

Menurut dia, masih ada tiga tahap untuk memastikan pasien tersebut benar-benar positif Covid-19.

"Setelah suspect itu nanti probable, setelah probable baru confirm. Jangan dianggap kalau suspect sudah terinfeksi tapi tidak terbukti. Itu bukan itu maknanya," kata Anung.

Selain pasien yang berstatus dalam pengawasan, Anies menyebut ada 115 orang yang dalam pemantauan. Anung menjelaskan orang dalam kategori ini menunjukkan gejala-gejala umum.

"Kalau kamu ada pilek sekarang, kalau kamu badannya hangat, kemudian kamu pernah ke tempat yang punya riwayat infeksi, saya masukkan orang dalam pemantauan. Kamu pulang dari China, Malaysia, kamu pulang dari Singapura yang sudah terinfeksi kamu saya masukkan ke orang dalam pemantauan," ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading