Dituntut Mundur dari Pertamina, Ahok Justru Banjir Puja Puji

News - Yuni Dwi Astutik, CNBC Indonesia
29 February 2020 10:05
Lagi, sejumlah pihak memuji Ahok di Pertamina.
Jakarta, CNBC Indonesia - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memperoleh dukungan dari dari sejumlah pihak terkait posisinya sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero).

Kali ini pujian datang dari begawan migas yang juga guru besar ilmu ekonomi Universitas, Prof Dr Subroto. Berbincang dengan CNBC Indonesia di acara Bimasena Members Get Together, Subroto mengaku kagum dengan jejak rekam Ahok sebagai pemimpin.





"Pengalamannya jadi gubernur waktu itu, dia punya kriteria pemimpin yang bagus. Saya rasa bagus dia masuk Pertamina," ujarnya, Kamis malam (27/2/2020).

Subroto mengaku cukup mengikuti pemberitaan seputar Ahok, apalagi sejak ia masuk ke Pertamina dan menjadi komisaris utama di BUMN migas terbesar RI itu. Tapi, ia penasaran akan membawa perubahan apa hadirnya Ahok ke tubuh pelat merah tersebut.

"Saya penasaran, apa yang Ahok mau lakukan di Pertamina? Saya ingin juga bertemu dengannya," curhat mantan Menteri Pertambangan dan Energi di zaman Presiden Soeharto dan Sekjen OPEC pada 1988-1994 itu.

Sanjungan juga diutarakan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

"Dia dituduh korupsi? Ya kalau saya boleh cerita malah pak Ahok itu yang menemukan banyak sekali masalah-masalah yang mau diperbaiki di Pertamina," kata Luhut di kantornya.

"Kita bersyukur ada pak Ahok,".




Sementara Erick mengatakan pergantian direksi maupun komisaris dilakukan berdasarkan key performance indicators (KPI). "Saya tidak mau pergantian itu karena hal-hal personal selama KPI-nya jalan," kata Erick.

Yang mengejutkan, lawan Ahok di Pilkada 2017 lalu Sandiaga Uno juga ikut memuji ahok. Ia mengapresiasi kinerja Ahok sejauh ini yang ditandai dengan sejumlah transparansi.

"Dan beliau punya rekam jejak di pemerintahan maupun di dunia usaha sebelumnya. Mudah-mudahan ini bisa membawa Pertamina jadi korporasi yang kita banggakan. Karena ini korporasi terbesar yang dimiliki Indonesia," ujar Sandiaga.

Sebelumnya, sejumlah massa sempat meminta Ahok mundur di BUMN minyak itu. Pada Salah satunya pada aksi 212 yang digelar di Jakarta, 21 Februari lalu.

"Pertamina adalah perusahaan milik negara, milik rakyat. Kami tidak rela Ahok menjadi komisaris utama [perusahaan] milik rakyat," ujar Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara dikutip Senin (24/2/2020).


[Gambas:Video CNBC]








(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading