Korban banjir di Cilincing, Jakarta Utara, terpaksa mengungsi di dalam kontainer, Rabu (26/2/2020). Ini karena permukiman mereka di Kampung Sepatan, Rorotan, terendam banjir. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Mereka mengungsi ke dalam peti kemas milik perusahaan logistik yang berada di dekat permukiman mereka. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Bantuan silih berganti dari para tangan darmawan. Tidak ada yang kekurangan makanan. Pakaian baru maupun bekas semua tersedia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Satu kontainer biasanya ditempati oleh keluarga besar. Mereka yang masih remaja biasanya dicampur dengan sesama remaja dalam satu kontainer. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sejak banjir pada Minggu (23/2/2020), anak anak yang sekolah di sekitaran Sepatan, Rorotan, dan Cilincing tidak bisa sekolah. Ini karena sekolah terendam banjir setinggi sekitar dua meter. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Salah seorang korban banjir, Indah Laraswati mengaku sudah tinggal di peti kemas sejak Minggu. Ini karena banjir di rumahnya mencapai sekitar 1,5 meter. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Pantauan CNBC Indonesia di lapangan, salah seorang lansia yang merupakan warga Rorotan, Sania mengaku berkecukupan dengan bantuan yang selalu datang dari mana saja. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Dari 1.600 jiwa (450 KK) yang tinggal di wilayah Sepatan, sekitar 1.000 jiwa di antaranya mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)