Mahathir Resign, Istri Anwar Ibrahim Bakal Jadi PM Malaysia?

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
24 February 2020 14:42
Malay Mail menuliskan, Mahathirlah yang menunjuk Wan Azizah sebagai PM sementara.
Kuala Lumpur, CNBC Indonesia - Wakil PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail akan menjadi perdama menteri wanita pertama di Malaysia. Istri dari Presiden Parti Keadilan Rakyat Anwar Ibrahim itu bakal menggantikan Mahathir Mohamad yang mengundurkan diri, Senin (24/2/2020) pukul 13.00 waktu setempat.

Malay Mail menuliskan, Mahathirlah yang menunjuk Wan Azizah sebagai PM sementara. Ini setelah partai yang didirikan Mahathir, yaitu Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) memutuskan untuk meninggalkan Koalisi Pakatan Harapan.

"Wan Azizah adalah perdana menteri sementara," ujar seorang sumber yang dekat dengan Anwar saat ditanya apakah Wan Azizah akan menggantikan Mahathir.


Seperti diketahui, Mahathir menyerahkan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Senin (24/2/2020) pukul 13.00 waktu setempat.

Penyerahan surat pengunduran itu tertuang dalam akun Twitter resminya @chedetofficial, Senin (24/2/2020). Kabar itu pun sudah dikonfirmasi oleh Kantor PM Malaysia seperti dilaporkan Malaysia Kini.

Foto: Mahathir Mohamad mengundurkan diri


Beberapa jam sebelumnya, Mahathir mengadakan pertemuan dengan Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim. Anwar merupakan sosok yang digadang-gadang akan menggantikan Mahathir dua tahun setelah menjabat. Mahathir mulai menduduki jabatan itu pada 11 Mei 2018. Tadi pagi, kedua sosok kunci itu bertemu.

"Saya baru saja dari rumah Mahathir untuk membahas beberapa masalah dan saya puas dengan sikapnya bahwa kita harus mengutamakan kelanjutan agenda reformasi. Hanya itu yang bisa saya katakan sejauh ini," kata Anwar kepada wartawan di markas PKR, Senin (24/2/2020) pagi.

Seperti diketahui, Pakatan Harapan sukses memenangkan Pemilu Malaysia pada 9 Mei 2018. Selaku pemimpin oposisi kala itu, Mahathir mengklaim hanya akan menjabat selama dua tahun.

"Saya tidak bisa bertahan sangat lama. Paling tidak, saya bisa bertahan selama dua tahun," kata Mahathir pada Selasa (8/5/2018), seperti dikutip detik.com.

Beberapa hari lalu, Dewan Pimpinan Pakatan Harapan sudah bertemu untuk menyelesaikan perincian peralihan kekuasaan antara Mahathir dan Anwar. Setelah pertemuan itu, Mahathir menegaskan akan mundur setelah pertemuan puncak APEC di Malaysia pada November mendatang. Namun di luar dugaan, Mahathir mengajukan pengunduran diri lebih cepat.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading