Terungkap! Alasan Jokowi Marah, Sampai Ancaman Pecat Pejabat

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
08 February 2020 08:21
Presiden Joko Widodo kembali dibuat kesal setelah melihat adanya peningkatan angka kebakaran hutan dan lahan. Padahal beberapa tahun terakhir angka ini turun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo kembali dibuat kesal setelah melihat adanya peningkatan angka kebakaran hutan dan lahan. Padahal selama beberapa tahun terakhir angka ini mengalami penurunan. 

Bahkan dia tak segan menyebut akan mencopot pejabat terkait jika tak becus mengurusi kebakaran ini.


Dalam arahannya di istana ketika membahas upaya peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, Jokowi menyebut tidak ingin kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sama seperti yang terjadi di berbagai negara seperti Rusia, Brasil, Bolivia, Kanada, hingga Australia yang menghanguskan jutaan hektare lahan.


"Pengalaman saya 2015 betul-betul sebuah kebakaran besar. Sebagai presiden yang baru saja beberapa bulan, tahu-tahu dapat peristiwa itu. Sehingga kesiapan kita saat itu masih baru melihat lapangan," katanya di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Pada tahun tersebut, total kebakaran hutan dan lahan kala itu mencapai 2,5 juta hektare. Namun kemudian pemerintah melakukan langkah konsolidasi yang diklaim menurunkan angka kebakaran menjadi 150.000 hektare.


Untuk itu dengan tegas dia menyebut tidak akan segan-segan mengambil sikap tegas kepada oknum perusahaan maupun perorangan yang dengan sengaja membakar hutan dan lahan.

"Kapolri, gak usah mikir panjang yang namanya penegakan hukum, yang namanya punishment, harus dilakukan dengan tegas. Baik itu administratif, baik itu perdata, baik itu pidana, lakukan tegas siapapun pemiliknya. Saya kira tahun-tahun kemarin sudah banyak yang terkena urusan penegakan hukum ini, sehingga memberikan efek jera," tegasnya.


Berdasarkan laporan yang diterima, sebanyak 99% kebakaran hutan dan lahan yang terjadi diakibatkan karena ulah manusia, dan kebanyakan motifnya adalah berkaitan dengan ekonomi.


Bahkan, dia menyebut tak perlu lagi memberikan reward dan insentif kepada perusahaan-perusahaan yang kerap melakukan pembakaran lahan ini. " Saya titip kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, reward dan insentif, sudah gak usah," katanya.


Tak hanya untuk perusahaan pelaku pembakaran saja, namun Jokowi juga secara tegas menyebut tak akan segan untuk mencopot pejabat-pejabat yang dinilai tak becus untuk mengurusi permasalahan tersebut.

"Apa kurang yang dicopot? Apa kurang persiapan?" katanya.

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading