Pertamina Usul Ada DMO Sawit untuk Pasok B30 Sampai B100

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
29 January 2020 19:50
Untuk mencukupi kebutuhan sawit biodiesel, Pertamina usulkan adanya DMO sawit Foto: Rdp komisi 7 dpr ri dan pertamina (CNBC Indonesia)
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) meminta agar pemerintah membuat aturan domestic market obligation (DMO) untuk minyak sawit. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan demi keberlangsungan green diesel pihaknya membutuhkan dukungan dalam bentuk DMO, baik dalam volume maupun harga.

Menurut Nicke, kebutuhan minyak sawit untuk B100 seperti halnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang tengah mengerjakan proyek 35.000 MW yang membutuhkan banyak pasokan batu bara. Proyek ini mendapat dukungan dalam bentuk DMO batu bara. "Seperti halnya PLN bangun 35.000 MW yang butuh suplai batu bara besar yang volume dan harga ada batas bawah dan batas atas," ungkapnya di DPR RI Komisi VII, Rabu, (29/01/2020).

Lebih lanjut dirinya menerangkan batas bawah yang terdiri dari biaya produksi dan margin akan terus menjaga keberlangsungan produsen crude palm oil (CPO). Lalu batas atas sesuai dengan harga pasar untuk menjaga keberlangsungan bisnis Pertamina.

Pihak pertamina meminta dukungan dari Komisi VII untuk aturan DMO ini. "Suport komisi VII untuk aturan DMO. Kemudian ada juga butuh support pajak karena dari CPO ke Fati Acid Methyl Ester (FAME) kena pajak diproses kena lagi. Kalau nanti B100 nggak akan lagi kena pajak karena semua di kilang. Tapu kalau masih di luar kilang masih kena pajak-pajak jadi butuh suport," imbuhnya.

[Gambas:Video CNBC]


Menurut Nicke dengan program B20 dan B30 bisa negara bisa melakukan penghematan impor. Di tahun 2019 berhasil menghemat Rp 43,8 triliun dan di tahun 2020 diproyeksikan Rp 63,4 triliun. Selain itu juga berdampak pada aspek lingkungan, ada perbaikan pengurangan emisi gas rumah kaca 9,91 juta ton di tahun 2019.

Program Biodiesel 30% diresmikan Presiden Joko Widodo di SPBU MT Haryono akhir tahun lalu. Meski baru diresmikan, Presiden mau Indonesia buru-buru bersiap ke B40 pada 2021. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan, terkait persiapan B40 pihaknya akan segera duduk bersama dengan pihak terkait untuk membicarakan persiapan.



Bersama dengan Pertamina, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pertamina Gaikindo, IPB, Perindustrian, dan ESDM akan membahas tekhnisnya. Apa saja yang perlu diperbaiki untuk selanjutnya menerapkan B40.

"Misalnya air dan segala macam kan, banyak hal. Setelah itu kita lihat hal lain penyerapanya di mobil. Mobilnya harus disesuaikan juga ya macam-macam bisa berubah tekhnis modifikasi bisa menyiapkan misalnya filter lebih banyak di bengkel baru pelaksanaan sepeti sekarang," ungkapnya.

Berdasarkan perhitungan Kementerian ESDM diperlukan setidaknya 9,6 juta kiloliter FAME untuk mendukung B30 pada tahun 2020. Jumlah tersebut didasarkan pada kebutuhan FAME 2019 sebesar 6,6 juta kilo liter.

Artikel Selanjutnya

Dihantam Pandemi Covid-19, Konsumsi Biodiesel Lesu


(gus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading