Giliran Australia Kena Corona, Perjalanan ke China Dibatasi!

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 January 2020 14:37
Virus Corona kini telah menjangkiti satu pasien di Australia, pemerintah makin waspada.
Jakarta, CNBC Indonesia - Australia mengkonfirmasi kasus pertama corona virus di negaranya. Penderita penyakit ini berada di wilayah bagian Victoria dan saat ini disebutkan telah ditangani di rumah sakit Melbourne.

Menteri Kesehatan Victoria Jenny Mikakos mengatakan pasien tersebut merupakan perempuan berusia 50 tahunan yang merupakan warga negara China dan berada di kota Wuhan ketika virus tersebut muncul.

"Penting untuk ditekankan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir kepada masyarakat," kata Mikakos, dilansir dari Reuters, Sabtu (25/1/2020).


Sementara itu, seorang pejabat kesehatan Victoria Angie Bone menyebutkan pasien tersebut telah dirawat secara intensif dan dalam kondisi stabil.

[Gambas:Video CNBC]



"Dia stabil dan tidak dalam kondisi yang sangat serius," terangnya.

Pemerintah setempat pada hari ini telah memberikan pembatasan perjalanan untuk warganya ke wilayah di China, terutama Hubei.



"Pembatasan perjalanan ketat telah diberlakukan di Wuhan dan sejumlah kota lain di provinsi Hubei. Jika Anda bepergian ke provinsi Hubei saat ini, Anda mungkin tidak diizinkan untuk berangkat sampai pembatasan perjalanan dicabut," kata Kementerian Luar Negeri Australia dalam sebuah pernyataan.

Perlu diketahui bahwa Australia merupakan salah satu tujuan terpopuler bagi pelancong China. Tahun lalu jumlah kedatangan wisatawan dari China ke negara ini mencapai 1,4 juta dan sekaligus menjadi yang paling besar mengunjungi Australia.



Seperti diberitakan sebelumnya, hingga pagi ini China sudah melaporkan terdapat 41 kematian dan lebih dari 800 kasus akibat virus yang mulai berkembang di kota Wuhan ini.

Baru-baru ini tiga orang di daratan Eropa, tepatnya Prancis juga telah dikonfirmasi terjangkit virus yang sama.

Virus yang menunjukkan gejala seperti flu ini pertama kali diidentifikasi pada 31 Desember 2019 yang total telah menewaskan 41 orang dan terdapat lebih dari 900 kasus di seluruh dunia.




Adapun kasus penyebaran dan kematian ini tak hanya terjadi di China, namun juga di Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, dan Amerika Serikat.
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading