Mengenal Virus Corona, Mirip SARS & Bikin Geger AS dan China

News - Wangi Sinintya, CNBC Indonesia
22 January 2020 11:10
Penyakit pernapasan mirip SARS itu berpotensi menular dari orang ke orang.
Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengadakan panel para ahli di Jenewa, Swiss pada Rabu (22/1/2020). Tujuannya mempertimbangkan apakah virus corona harus masuk dalam kategori darurat kesehatan global.

Pertemuan tersebut terencana setelah pejabat kesehatan global mengatakan, penyakit pernapasan mirip SARS itu berpotensi menular dari orang ke orang.

Penyakit yang biasanya menyerang paru-paru ini menjadi viral sejak awal Januari 2020, dan menyebar di wilayah Wuhan, China. Saat itu, setidaknya ada 59 laporan kasus, dengan tujuh penderita dalam kondisi serius.


Bukan hanya di China, virus itu pun menyebar ke wilayah Hong Kong. Otoritas setempat mengatakan sudah ada 30 orang yang dirawat di RS setelah kembali dari Wuhan. Kebanyakan menunjukan gejala seperti sedang sakit flu.


Selain Hong Kong, baru-baru ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan pejabat kesehatan setempat sudah mengkonfirmasi adanya kasus pertama virus corona misterius di AS yang menewaskan enam orang.

Pejabat kesehatan juga telah mengkonfirmasi kasus ini ditemukan di Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Mengutip CNBC Internasional, berikut penjelasan mengenai coronavirus, pencegahan dan kondisi darurat kesehatan global.

Apa itu coronavirus?

Coronavirus termasuk ke dalam keluarga besar virus yang biasanya menginfeksi hewan, namun lambat laun dapat berevolusi dan menyebar ke manusia. Gejala pertama yang akan terlihat pada manusia yang terinfeksi virus tersebut yaitu demam, batuk dan sesak napas, yang dapat berkembang menjadi pneumonia.

Pejabat kesehatan masyarakat mengkonfirmasi ada lebih dari 300 kasus virus corona baru, yang diberi label "2019-nCoV," di China. Beberapa pasien sakit kritis. Pihak berwenang China mengatakan banyak pasien dengan penyakit itu awalnya melakukan kontak dengan makanan laut yang dijual di pasaran.

[Gambas:Video CNBC]


Pencegahan coronavirus

Sampai saat ini pejabat kesehatan global belum merekomendasikan pembatasan perdagangan atau perjalanan.

Selain itu, CDC bersama WHO juga masih memantau situasi terkait virus tersebut. CDC merekomendasikan orang yang bepergian ke Wuhan, China, harus menghindari kontak dengan hewan, pasar hewan, dan orang sakit.

Lebih lanjut CDC menjelaskan, untuk pencegahan virus dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air, menghindari menyentuh mata, hidung atau mulut dan menjauhkan diri dari orang sakit. Masyarakat di China mengambil langkah dengan penggunaan masker untuk melindungi diri dari virus itu.

Darurat kesehatan global?

WHO dapat mendefinisikan suatu virus atau wabah ke dalam keadaan darurat (Public Health Emergency of International Concern) jika virus tersebut berada dalam kategori "peristiwa luar biasa" yang "serius, tidak biasa atau tidak terduga."

Direktur jenderal organisasi tersebut bertanggung jawab untuk menentukan apakah suatu peristiwa merupakan keadaan darurat kesehatan global, setelah pertemuan komite ahli kesehatan terkemuka. Komite akan memberi saran kepada direktur jenderal tentang bagaimana menangani wabah dan akan terus memberikan saran selama masa darurat.

Mendeklarasikan keadaan darurat memberi Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi, termasuk meminta negara-negara untuk tidak menerapkan larangan perjalanan atau perdagangan apapun, juga dapat meminta bantuan dari luar untuk mengumpulkan uang dan bantuan lainnya.

Kali terakhir WHO menyatakan darurat kesehatan global adalah pada 2019 untuk wabah Ebola di Kongo timur yang menewaskan lebih dari 2.000 orang. Organisasi ini juga menyatakan keadaan darurat global untuk virus Zika di tahun 2016, flu babi H1N1 tahun 2009 dan wabah polio dan Ebola tahun 2014.
(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading