Sejak diresmikan pada 31 Agustus 2009 oleh Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) makin ramai dikunjungi baik oleh pelajar, mahasiswa maupun kalangan masyarakat(17/1/2020). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Pada 17 Januari 2020, sebanyak 83 siswa yang berasal dari SMK Iptek Jakarta dan SMK Tunas Media Depok berkunjung ke Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ANRI. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Setiap hari kunjungan masyarakat ke Diorama ini tak pernah sepi. Pengunjung Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa pada tahun 2019 naik sebesar 13, 15% dibandingkan tahun 2018. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Gagasan membangun Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa bertujuan mengangkat peranan arsip sebagai bagian penting dari proses kehidupan berbangsa, guna memupuk semangat kesatuan dan persatuan, serta kecintaan terhadap tanah air, di samping mengukuhkan arsip sebagai simpul pemersatu bangsa. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa mencerminkan dinamika proses berbangsa dan bernegara dari masa ke masa yang ditampilkan melalui perpaduan arsip, seni, dan teknologi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa menceriterakan rangkaian peristiwa yang didasarkan kepada arsip, dimulai dari Masa Kejayaan Kerajaan di Nusantara, Perjuangan Melawan Penjajahan, Kebangkitan Nasional, Proklamasi, Masa Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan, Masa Reformasi, yang diakhiri dengan perenungan di dalam ruang teater. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa menggunakan ruangan seluas 750 m2 terdiri atas 8 hall, masing-masing memuat petikan peristiwa pada episode tertentu. Sajian peristiwa ditampilkan dengan berbagai teknik, perpaduan antara seni dan teknologi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Pengunjung diajak menyaksikan film tentang sejarah perjuangan bangsa sejak tahun 1942 hingga sekarang. Tayangan ini diharapkan dapat menggugah hati nurani anak bangsa sekaligus sebagai wahana perenungan bahwa kejayaan bangsa hanya bisa dicapai dengan kerja keras dan pengorbanan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Pakaian adat dan lagu-lagu daerah yang mengapresiasikan pengunjung akan kekayaan dan keberagaman budaya bangsa serta saratnya Bumi Pertiwi dengan kearifan lokal. Lagu-lagu daerah dapat diperdengarkan melalui pilihan judul lagu pada layar. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)