Pada awal tahun ini, banjir terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Imbasnya, toko pakaian di Pasar Cipulir pun terendam. Salah satu pedagang, Asnidar pendatang dari Padang (Sumatra Barat) ini mengungkapkan tokonya porak poranda (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Ruko lantai dasar A5 milik Mama Wijaya di Pasar Cipulir, Kebayoran Lama, terendam banjir selama empat hari dengan ketinggian 4 meter sampai 5 meter. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Menurut Asnidar, kerugian yang diderita berkisar antara Rp 600 juta sampai Rp 800 juta. "Yang kita jual pakaian anak anak dan dewasa" jelasnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Pakaian yang masih bisa diselamatkan dijemur oleh Asnidar dibantu oleh kedua anaknya. Penjemuran dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, pakaian yang sudah kering akan di-laundry dan bisa dijual kembali dengan syarat harga pakaian pasti didiskon 60% hingga 80%. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Untuk pakaian yang tidak bisa dihilangkan nodanya (warna coklat tanah atau luntur) akan dipisahkan di-laundry lalu dikirim ke panti asuhan yang membutuhkan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jumlah pakaian bekas banjir ini sudah dilakukan selama tiga hari. Tercatat sebanyak 600 lusin pakaian dewasa dan anak anak. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Penjemuran dilakukan di atas tumpukan beton yang tidak terpakai di Tanah Kusir, Bintaro. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)