Sri Mulyani Ungkap Syarat RI Jadi Negara Maju pada 2045

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
13 January 2020 12:31
Untuk menjadikan Indonesia negara besar kelima di dunia pada 2045, dibutuhkan sumber daya manusia, infrastruktur, dan kekuatan ekonomi yang mumpuni.
Jakarta, CNBC Indonesia- Untuk menjadikan Indonesia negara besar kelima di dunia pada 2045, dibutuhkan sumber daya manusia, infrastruktur, dan kekuatan ekonomi yang mumpuni. Indonesia harus memiliki persyaratan tertentu yang biasanya dimiliki oleh negara maju.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ciri dari negara maju adalah kualitas sumber daya manusianya, yang tercipta dari pendidikan, skill. Untuk menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, pemerintah pun tengah merintisnya dari sekarang dengan fokus pengembangan SDM.

"Sumber daya manusia juga bagaimana kemampuannya menciptakan suasana di tempat kerja dan perubahan teknologi," kata Sri Mulyani kepada CNBC Indonesia, Senin (13/1/2020).



Kedua, infrastruktur yang bagus baik dari sisi hard infrastruktur seperti jalan, bandara, ataupun telekomunikasi, hingga soft infrastruktur yakni dari sisi birokrasi dan institusi. Ketiga, adalah ekonomi yang memiliki nilai tambah tinggi dari berbagai sektor, terutama sektor jasa.

"Biasanya sektor jasa itu lebih baik, itu bisa muncul kalau nilai tambah tinggi pasti karena Inovasi dan teknologi dan sektor jasa itu, berarti karena tadi manusia-manusia nya lebih educated, skillful dan mereka memiliki kepastian, itu ciri-ciri dari negara-negara maju, tentu saya tambahkan juga stabilitas politik dan juga masalah kepastian hukum," katanya.

Sri Mulyani menekankan untuk menjadi kekuatan ekonomi kelima dibutuhkan proyeksi dan ada tahapan-tahapan dalam prosesnya. Tahapan tersebut harus benar-benar dilakukan secara konsisten, dan APBN yang ditetapkan harus bisa menopang cita-cita tersebut. Selain itu, Kementerian yang melakukan berbagai program-program memperbaiki kualitas SDM, kualitas infrastruktur, kualitas ekonomi itu akan didukung secara penuh oleh Kementerian Keuangan.

"Umpamanya kami menggunakan instrumen tadi pajak, belanja, pembiayaan kita lakukan. Infrastruktur tidak hanya melulu melalui APBN tapi ada juga melalui KPBU, menggunakan private Sector untuk masuk, kita terus merespon apa persoalannya dan apa yang harus kita lakukan dan semakin fleksibel, terbuka dan dia menjadi lincah baik itu dari sisi pelakunya dunia usaha pemerintah sendiri dan instrumen kebijakannya," jelas Sri Mulyani.


Untuk menjadikan Indonesia lincah, fleksibel dan mampu beradaptasi dengan dinamika dan kebutuhan zaman, peraturan yang ada harus lebih sederhana dan bisa bergerak sesuai dengan pergerakan zaman dan lintas generasi.

"Jadi bagaimana kita bisa mendorong impian dan kreativitas anak muda itu dalam suatu implement ekonomi yang baik, ini merupakan suatu tantangan yang tidak mudah bagi semua negara. Presiden Jokowi dengan kabinet bicara dan kita berharap Indonesia mampu dengan suasana yang relatif sehat sekarang ini bisa mendorong reformasi yang sangat ambisius dan fundamental," ujar Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNBC]




(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading