Duh! Jauh dari Target, Penerimaan Pajak 2019 Kurang Rp 245 T

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
08 January 2020 12:43
Penerimaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan di tahun lalu kembali tidak mencapai target (lagi).
Jakarta, CNBC Indonesia - Penerimaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan di tahun lalu kembali tidak mencapai target. Penerimaan pajak hingga 31 Desember 2019 hanya mampu terkumpul Rp 1.332,1 triliun atau hanya 84,4% dari target di APBN 2019 sebesar Rp 1.577,6 triliun.

Dengan realisasi ini maka penerimaan pajak hanya tumbuh 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Selain itu, ada kekurangan penerimaan (shortfall) pajak sebesar Rp 245,5 triliun di 2019.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penerimaan pajak ini tertekan karena kondisi perekonomian global yang merembes ke dalam negeri. Hal ini terlihat dari pengumpulan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang tidak menggembirakan.


"Kondisi selama 2019 terutama dari global membuat kegiatan perekonomian tertekan dan berimbas pada pengumpulan PPN," ujarnya di Kemenkeu, Selasa (7/1/2020).

Dia merinci, meski terjadi perlambatan ekonomi global, penerimaan pajak migas dan non migas masih dapat tumbuh positif di tahun lalu. PPh Non Migas berhasil terkumpul Rp 711,2 triliun atau 85,9% dari target Rp 828,3 triliun. Kemudian PPh Migas terkumpul Rp 59,1 triliun atau 89,3% dari target Rp 66,2 triliun di APBN 2019.

Sementara itu, PPN dan PPnBM terkumpul Rp 532,9 triliun atau hanya mampu tumbuh 0,8% dari tahun sebelumnya. Ini hanya mencapai 81,3% dari target di APBN sebesar Rp 655,4 triliun.

Lalu, PBB dan Pajak Lainnya tercatat Rp 28,9 triliun atau melebihi target yang dipatok di APBN sebesar Rp 27,7 triliun.

"Meski penerimaan pajak tertekan, pajak tetap mampu melakukan fungsinya untuk mendorong investasi dan mendukung dunia usaha," jelasnya.

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading