Internasional

Timteng Memanas! AS Serang Irak Lagi, Hantam Bandara Baghdad

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
03 January 2020 09:22
Timteng Memanas! AS Serang Irak Lagi, Hantam Bandara Baghdad

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) kembali melakukan serangan militer kepada Irak. Hal ini dilaporkan kantor berita Security Media Cell yang dikelola militer Irak, sebagaimana diberitakan Reuters.

Kali ini targetnya adalah tiga roket Katyusha. Akibat serangan bom, roket-roket itu jatuh tepat di Bandara Internasional Baghdad pada Jumat pagi (3/1/2019).



Bangkai roket jatuh di dekat terminal kargo udara dan membakar dua kendaraan. Polisi dan sumber medis melaporkan paling tidak satu orang tewas dan sembilan lainnya mengalami cedera akibat kejadian ini.

"Direktur humas Shi'ite Popular Mobilization Forces (PMF) terbunuh," tulis Security Media Cell. Media ini menyebut serangan AS kali ini merupakan serangan "pengecut".

Dari keterangan resmi kelompok paramiliter Irak Hashed Al-Shaabi, pemimpin militer Iran tewas dalam serangan militer AS. Dalam serangan ini, Wakil Pemimpin Hashed juga dikabarkan tewas.


"Deputi Abu Mahdi al-Muhandis dan pemimpin Angkatan Militer Quds, Qasem Soleimani terbunuh dalam serangan AS yang menargetkan mobil mereka di Bandara Internasional Baghdad," kata Hashed sebagaimana dikutip dari AFP.

Hashed sendiri adalah jaringan unit bersenjata yang sebagian besar didominasi kelompok Syiah. Syiah merupakan salah satu aliran yang dianut Muslim, selain Sunni. Hashed memiliki hubungan dekat dengan Iran. Namun sudah resmi menjadi bagian dari pasukan keamanan Irak.

Sebelumnya, pada Minggu, AS melakukan serangan terhadap pangkalan milisi Hizbullah di Irak. Dalam serangan itu, sedikitnya 25 pejuang milisi tewas dan sedikitnya 55 lainnya mengalami luka.


Namun serangan AS ini membuat Irak kecewa. Pasalnya serangan itu melanggar kedaulatan negara tersebut.

Akibat konflik ini juga, Irak mengatakan akan mempertimbangkan kembali kerja sama dengan koalisi internasional yang dipimpin AS untuk melawan Negara Islam (ISIS). Ini ditegaskan Dewan Keamanan Nasional Irak dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyalahkan Iran atas serangan AS ke Irak. Pasalnya serangan AS ke pangkalan milisi Hizbullah di Irak, terjadi karena pasukan itu didukung penuh oleh Iran.

Iran dituding membiayai pasukan Hezbollah. Serangan itu merupakan pembalasan atas serangan rudal yang menewaskan warga AS di Irak bagian utara di pekan sebelumnya.

Sementara itu, Iran membantah AS. Iran pun menyayangkan serangan AS pada Hizbullah karena kelompok itu selama ini membantu menggempur ISIS di Irak.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading