Ratusan warga berkumpul untuk mengikuti pertandingan buzkashi di Kabul, Afghanistan. Buzkashi merupakan tradisi unik yang dilakukan oleh warga Afghanistan yang setiap pesertanya harus menunggang kuda. (AP Photo/Rahmat Gul)
Dalam bahasa Persia, buzkashi artinya "menyeret domba". Secara harafiah, turnamen itu dikembangkan dari tradisi kaum nomaden dan prajurit perang Mongolia. (AP Photo/Rahmat Gul)
Pertandingan buzkashi mirip pertandingan polo dimana para pesertanya menunggang kuda memperebutkan kambing tanpa kepala. (AP Photo/Rahmat Gul)
Tubuh kambing tanpa kepala tersebut lalu direndam dalam air dingin selama 24 jam sebelum digunakan untuk bermain. Tujuannya, untuk menguatkan bangkai tersebut. Tubuh kambing tersebut lalu dimasukkan pasir untuk memberikan bobot ekstra. (AP Photo/Rahmat Gul)
Saat permainan dimulai, para peserta dengan menggunakan kuda berlomba merebut bangkai kambing tanpa kepala, peserta Buzkashi biasanya memakai pakaian tebal dan pelindung kepala agar terlidung dari serangan pemain lainseperti cambuk dan tendangan sepatu boot. (AP Photo/Rahmat Gul)
Pemain yang berhasil merebut kambing tersebut, ia lalu memacu kudanya berkeliling bendera di ujung lapangan dan menaruh bangkai tak berkepala tersebut ke dalam lingkaran kapur yang disebut daira hallal. (AP Photo/Rahmat Gul)
Pemain buzkashi dilatih selama bertahun-tahun oleh Master buzkashi yang disebut chapandaz. Mereka orang-orang berpengalaman dengan usia rata-rata di atas 40 tahun. Selain itu, pemain memerlukan kuda yang terlatih yang harganya tak murah. (AP Photo/Rahmat Gul)