Kang Emil Ungkap Sebab Jokowi Pilih Rimba Nusa Ibu Kota Baru

News - Muhammad Choirul, CNBC Indonesia
24 December 2019 10:10
Kata Ridwan Kamil soal pemilihan Rimba nusa sebagai ibu kota negara baru
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, buka suara mengenai penetapan pemenang sayembara desain ibu kota negara (IKN) baru. Konsep 'Nagara Rimba Nusa' ditetapkan sebagai pemenang dalam ajang ini.

Ridwan Kamil pun mengucapkan selamat kepada tim desain yang dipimpin Sibarani Sofyan. Kang Emil, sapaan akrabnya, menyebut bahwa desain ini ini menyisihkan 257 proposal yang masuk.


Kang Emil lantas menjelaskan alasan desain ini menjadi pilihan para juri sampai Presiden Joko Widodo (Jokowi).


"Desain pilihan para juri, dimana saya salah satunya, dan pilihan Presiden ini memiliki semua keunggulan dan desain sebuah kota," ujar Kang Emil melalui akun instagramnya, yang diunggah Senin (23/12/2019).

Keunggulan itu baik dari aspek keberfungsian, efisiensi lahan yang compact, maupun identitas kebangsaan. Selain itu, terdapat pula ruang-ruang publik dan ruang demokrasi.

"Monumentalitas sebagai ibukota negara, Sustainabilitas lingkungan (green, menghormati air dan hutan), memiliki urban system yang baik (livable dan walkable, smart dan intelligent city)," beber Kang Emil.

"Insya Allah akan menjadi kota terkeren terbaik se Indonesia juga dunia. Selamat untuk mereka yang akan hidup disana," lanjutnya.

Sebagai informasi, desain bertema 'Nagara Rimba Nusa' ditetapkan sebagai pemenang sayembara desain ibu kota negara (IKN) baru. Desain tersebut dirancang oleh tim yang beranggotakan 10 orang.


Mereka adalah para arsitek gabungan dari beberapa negara. 10 anggota tim juara tersebut yakni Sofian Sibarani, Ardzuna Sinaga, Rahman Andra Wijaya, Vincentius Hermawan, Winarko Hadi Susilo, Tedy Murtedjo, Scott Christopher Dunn, Li Xiao Qing, Poh Seng Tiok dan Jason David Zlotkowski.

Salah satu anggota tim, Sofian Sibarani, merupakan pendiri Urban+. Dia mengaku tak bisa bekerja sendiri dalam mengikuti sayembara ini. Karena itu dia berkolaborasi dengan arsitek dari luar negeri.

"Saya dulu pernah bekerja di luar negeri. Anggota tim ini ada yang dari Hong Kong, Singapura, Malaysia. Ide terbaik kita kumpulkan jadi satu. Ini kolaborasi. Mengerjakan kota ga bisa sendirian, harus bersama," ujarnya ketika ditemui di kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Senin (23/12/2019).

Dia mengaku, proses membuat desain dilakukan dengan waktu yang terbatas. Hal ini berkaitan dengan timeline sayembara yang relatif cuma sebulan.

"Kompetisinya waktu itu kan hanya boleh 1 bulan waktu itu ya, sejak Oktober akhir. Kemudian November dikumpulkan. Kita memang hanya punya waktu segitu, hanya 1 bulanan," bebernya.

Salah seorang anggota tim, Rahman Andra Wijaya sempat memantau langsung lokasi calon ibu kota baru. Ini dilakukan untuk mendapatkan feel dalam merancang desain.

Sejalan dengan itu, dia mengatakan bahwa kondisi alam sekitar menjadi pertimbangan penting. Dia ingin kota yang dibangun tidak mengorbankan ekosistem alam di sekitarnya.

"Di dalam sejarah peradaban kita, banyak yang akhirnya menguasai, mengorbankan yang lain. Ini bagaimana kita menciptakan sistem perkotaan yang harus mengadaptasi perilaku hutan terhadap pembangunan," paparnya.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading