Jutaan pekerja di Paris mengadakan aksi mogok kerja sebagai protes atas reformasi sistem pensiun dari Presiden Emmanuel Macron.
Sistem transportasi publik di Prancis terhenti karena jutaan pekerja melakukan mogok kerja pada Kamis (5/12/2019). Mogok itu merupakan protes terhadap reformasi sistem pensiun terbaru yang dikampanyekan oleh administrasi pemerintahan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (AP Photo/Michel Euler)
Aksi mogok nasional ini merupakan aksi mogok terbesar Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Sistem kereta api Prancis diperkirakan hampir sepenuhnya terhenti dengan 82% pengemudi mogok dan setidaknya 90% kereta regional ditiadakan. (AP Photo/Daniel Cole)
Rencana baru Presiden Macron bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada pekerja yang setiap hari bekerja dengan sistem poin yang nantinya akan ditransfer ke keuntungan pensiun di masa depan. Usia pensiun juga telah resmi dinaikkan dalam dekade terakhir dari 60 tahun menjadi 62 tahun. (AP Photo/Michel Euler)
Perpindahan ke sistem pensiun berbasis poin universal akan menghapus pensiun yang paling menguntungkan untuk sejumlah pekerjaan seperti pelaut, pengacara dan bahkan pekerja opera. Sementara itu, mereka yang pensiun sebelum 64 akan menerima pensiun yang lebih rendah. Misalnya, seseorang yang pensiun pada usia 63 akan menerima 5% lebih sedikit. Hal itu membuat serikat pekerja khawatir mereka harus bekerja lebih lama untuk dana pensiun yang lebih rendah. (AP Photo/Daniel Cole)
Reformasi pensiun adalah langkah terbaru Macron setelah merombak peraturan perburuhan dan mengubah sistem pengangguran. Reformasi sistem pensiun ini juga merupakan salah satu janji utama Emmanuel Macron pada masa kampanye. (AP Photo/Daniel Cole)
Banyak sekolah ditutup dan bahkan beberapa serikat polisi bahkan telah memperingatkan penutupan "simbolis" dari kantor polisi tertentu. Toko-toko di sepanjang rute di Paris telah disarankan untuk tutup sebagai bentuk waspada jika terjadi kekerasan dalam aksi yang berpotensi terjadi beberapa hari ke depan (AP Photo/Thibault Camus).