UMK Karawang Tertinggi RI, Pernah Melonjak 50%

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
26 November 2019 17:30
UMK Karawang Tertinggi RI, Pernah Melonjak 50%
Jakarta, CNBC Indonesia - Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Kabupaten Karawang untuk 2020 disetujui paling tinggi di Indonesia. Penetapan upah minimum memang sensitif dan berpotensi menimbulkan gejolak.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menyetujui UMK tahun 2020 Jawa Barat. UMK untuk Kabupaten Karawang ditetapkan sebesar Rp 4,59 juta, tertinggi di Indonesia. Walaupun naik sebesar 8,51% dibanding tahun ini, kalangan buruh mengaku belum puas.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Ketua PC SPEE FSPMI Kabupaten Karawang Dony Subiyantoro mengatakan belum puas, UMK Jabar khususnya Karawang masih jauh dari harapan buruh.


Berdasarkan hasil penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, sejak tahun 2005-2020 kenaikan UMK di Karawang sebesar 14,1% per tahun (CAGR).

Lonjakan kenaikan upah minimum terjadi pada 2013. UMK di Karawang di tahun tersebut ditetapkan sebesar Rp 2 juta atau naik hingga 57,6% dibandingkan UMK tahun sebelumnya.
CNBC Indonesia

Pada 2013, kasus peningkatan upah minimum yang drastis tidak hanya terjadi di Karawang saja. Kenaikan juga terjadi di DKI Jakarta yang mencapai 44%. Kenaikan yang signifikan ini disinyalir karena adanya ketakutan akan terjadi gelombang demo dari buruh. 

Selain itu, nuansa politis juga kental di dalamnya terutama mendekati pilkada di beberapa daerah. Kebijakan menaikkan upah yang tak wajar merupakan salah satu bentuk kebijakan populis yang justru berpotensi berdampak negatif terhadap perekonomian. Pada periode itu belum terbit Peraturan Pemerintah (PP) No 78 tahun 2015 tentang pengupahan, yang lebih memberikan kepastian kenaikan upah.

Kenaikan upah yang sangat tinggi tentu sangat mencekik bagi pelaku usaha. Ujung-ujungnya kenaikan yang drastis ini tak membuat sejahtera malah bikin pelaku usaha gulung tikar atau relokasi ke tempat lain.  

Menetapkan besaran upah minimum memang tak mudah. Jika upah tersebut terlalu kecil maka daya beli tidak akan terdongkrak. Namun jika terlalu tinggi tentu akan memberatkan pelaku usaha. 

Penetapan upah minimum haruslah mempertimbangkan banyak faktor secara komprehensif seperti tingkat inflasi, kebutuhan hidup laik, pertumbuhan ekonomi serta yang tak kalah penting adalah produktivitas tenaga kerja.

Mari ambil contoh soal produktivitas tenaga kerja. Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Filipina dan Vietnam.

Hal ini juga dibenarkan oleh mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. "Produktivitas kita relatif rendah dibanding negara tetangga. Produktivitas terlihat ketika bicara penyerapan angkatan kerja. Dihitung dari nilai tambah, kita jauh di bawah Malaysia, Thailand, Filipina," kata Bambang.

Mengutip data dari CEIC, sejak tahun 2011-2017 rata-rata pertumbuhan produktivitas tenaga kerja Indonesia tiap tahunnya mencapai 3,73%. Sementara Vietnam dan Filipina mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi masing-masing 11,48% dan 4,5%.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalami dilema memang, jika kenaikan upah minimum terlalu tinggi ditakutkan akan ada relokasi pabrik besar-besaran dan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Hal lain yang ditakutkan adalah investor pun lebih memilih daerah lain untuk menanamkan modalnya. 

Tren relokasi ini sudah lebih dulu dilakukan pengusaha tekstil dan produk tekstil (TPT) jauh sebelum relokasi industri alas kaki dari Banten dan Jawa Barat. Jawa Tengah jadi primadona relokasi Pabrik dikarenakan UMP-nya yang tergolong rendah jika dibanding dengan UMP daerah lain di Pulau Jawa.

"[Relokasi ke Jawa Tengah] sudah sejak 2015, pabrik-pabrik di sekitar Jabodetabek, Bandung, Karawang, Purwakarta, semuanya ke Jawa Tengah," kata Ade kepada CNBC Indonesia, Kamis (15/11).

Kota-kota yang dimaksud memang memiliki nominal upah minimum yang cukup tinggi di Indonesia. Sebagai contoh, UMK Karawang pada tahun 2019 sebesar Rp4,23 juta; Purwakarta Rp3,7 juta, dan Kabupaten Bekasi sebesar Rp4,1 juta. Sementara itu, UMK di Jawa Tengah, rata-rata setengah di bawahnya, UMP di Jateng saja pada 2019 masih Rp 1,6 juta.

Ditakutkan jika kenaikan upah jauh lebih tinggi lagi, maka makin banyak pabrik yang relokasi dari Jawa Barat terutama Karawang. Kabupaten Karawang merupakan kawasan perindustrian yang besar. Berbagai industri padat karya mulai dari industri makanan, tekstil hingga otomotif dan Original Equipment Manufacturer (OEM).

Perusahaan yang bergerak di sektor otomotif ini susah untuk keluar karena rantai pasok dan ekosistemnya sudah ada di Karawang. Namun ketika UMK naik dan memberatkan industri ini berpotensi lebih banyak menggunakan mesin daripada menggunakan tenaga kerja.

Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang melambat seperti sekarang ini. Belum lagi ditambah dengan penjualan mobil yang lesu tahun ini, tentu kenaikan UMK yang terlalu tinggi jika tidak dibarengi dengan peningkatan produktivitas yang nyata tentu akan memberatkan dan berdampak buruk terhadap perekonomian. 


TIM RISET CNBC INDONESIA
(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading