Bertemu 2 Jam, Ini Isi Obrolan Erick Thohir & Chandra Hamzah!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
18 November 2019 13:14
Bertemu 2 Jam, Ini Isi Obrolan Erick Thohir & Chandra Hamzah!
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah menjadi nama terbaru yang dipanggil Menteri BUMN Erick Thohir untuk datang ke kantornya. Chandra datang pada senin (18/11/2019) pagi, ke kantor yang berlokasi di Medan Merdeka Selatan itu.

Sebelumnya ada mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok atau BTP. Ia diundang Erick untuk membicarakan BUMN secara menyeluruh. Usai pertemuan, Ahok mengatakan siap membantu BUMN meski belum tau akan ditempatkan di posisi apa.




Sama seperti Ahok, Chandra Hamzah juga mengaku kedatangannya baru membicarakan hal yang bersifat general. Dalam pembicaraan selama dua jam bersama Erick Thohir itu, Chandra mengaku berbicara mengenai peningkatan integritas BUMN yang belakangan dinilai lemah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah beberapa korupsi di lingkungan BUMN.

Lalu apa detil yang dibicarakan antara Erick dan Chandra? Berikut penjelasan Chandra usai pertemuan empat matanya tersebut.

Pertemuannya seperti apa tadi?
Bicara tentang bumn. Pertemuannya lumayan ya dua jam, dari jam sembilan ngobrol-ngobrol tentang BUMN, gimana memperkuat BUMN memperbaiki BUMN meningkatkan kinerja BUMN

Bumn mana yang dibicarakan?
Banyak sih yang dibicarakan

Sektor apa?
banyak banyak banyak BUMN yang kita bicarakan

Energi perbankan?
Kebetulan ya kan, saya kan pernah jadi komut PLN ya. Ditanya pengalaman saya waktu itu gimana begitu. Cuman BUMN yang dibicarakan banyak ya kita perbaikin sama samalah bumn

Jadi bapak komisaris BUMN atau stafsus?
saya malah enggak tahu

Jadi tadi ditawarin?
Enggak enggak, saya hanya, kita hanya bicara tentang BUMN aja. Bagaimana bumn kinerjanya, kedepannya gimana, kemudian visi pak menteri tentang bumn gimana, beberapa koreksi eh yang perlu diperbaiki ada aturan hukum itu kami sampaikan.

Belum ada tawaran spesifik ya?
Enggak enggak, kita bicara umum umum aja

Siap gak kalau jadi dirut atau komut?
Tidak usah pake kalau kalau lah. Nanti kita liat aja ya kita liat aja

Tadi yang disampaikan tadi koreksinya apa aja pak?
Terlampau teknis lah

Garis besarnya intinya pak?
Enggak. Ada ya tentu saja di di setiap tem di setiap masalah ya di setiap masalah itu pasti ada masalah masalah hukum cuman kalau saya sampaikan itu terlampau teknis ya nah ini ada yang perlu diperbaiki ada kendala kendala hukum buat bumn untuk bergerak lebih maju


Di BUMN PLN yang pernah bapak jadi komisaris-nya itu?
Bukan secara general secara general

Spesifik ke hukum-hukum gitu ya Pak?
Apanya nih? pembicaraan iya pembicaraan iya, karena pak menteri ingin BUMN ini maju. kendalanya apa. Pengalaman yang pernah saya alami apa. Saya kira gitu.

Ada rencana pertemuan berikutnya enggak?
Belum dibicarakan sih tapi mungkin

Kalau diminta untuk membantu?
Kita enggak pakai kalau kalau ya

Pak di atas tuh ada siapa saja sih ada bapak ada Pak Erick terus ada siapa lagi?
Tadi ada pak wamen

Pak, tadi soal energi ada yang dibahas?
Enggak enggak,  seluruh BUMN. Secara umum.

Bapak jadi stafsus yang membidangi BUMN bermasalah?
Tebak tebak buah manggis *ketawa*. Enggak enggak enggak ada bicara itu. Enggak ada bicara masalah posisi. Enggak ada bicara masalah jabatan. Hanya bicara mengenai visi Pak Menteri tentang BUMN seperti ini. Masalahnya apa, pengetahuan saya apa. Pengalaman saya apa. Kita sharing.

Di dalam Pak Erick menyampaikan tidak kebutuhan Kementerian BUMN terhadap orang luar seperti apa?
Enggak. Kita bicara mengenai kinerja.

Nyinggung soal Ahok juga di dalam?
Enggak enggak.

Pak masalah hukum itu masalah apa, korupsi atau?
Terlampau teknis lah terlampau teknis lah.

Umum itu soal korupsi?
Hmmm. Iya secara umum kita sampaikan kendala-kendala yang ada.

Berarti bahas Korupsi BUMN juga ga pak?
Banyak lah banyak banyak lah. Masalah regulasi. Regulasi apa yang menghambat BUMN. Regulasi apa yang diperlukan supaya BUMN ini bisa melangkah lebih cepat.

Pak Erick juga concern soal korupsi tadi gak?
Oh iya iya iya. Jadi jangan sampai lah jangan sampai ada apa ya pejabat BUMN tersangkut kasus korupsi lagi.

Jadi pak menteri menyampaikan yang penting adalah salah satu yang penting adalah integritas. Jadi jangan sampe BUMN dijadikan bahan bancakan atau terjerat kasus korupsi lagi.

Ada gak dari permintaan pak menteri akhirnya melibatkan bapak untuk mengoreksi posisi dirut-dirut yang lain?
Oh enggak. Kita ga bicara tentang orang. Kita engga bicara tentang jabatan. Kita bicara tentang hal yang umum.
Jadi kita ga bicara spesifik kasus ya. Kita bicara mengenai masalah bagaimana bumn itu baik bagaimana bumn itu bersih bagaimana bumn itu kinerjanya bisa lebih lebih baik lagi.

Beliau membandingkan ada di majalah forbes. Ada sekian banyak orang terkaya di dunia. Ya. Kekayaan 7 aja dari satu sampai 7 itu lebih besar dibandingkan dengan kekayaan kita.

Jadi yang dibandingkan kenapa kita tidak bisa seperti itu.



Ada BUMN yang ingin dibereskan sama Pak Erick mungkin?
Sama kok jadi seluruh BUMN mesti di perbaikilah. Jadi dia evaluasi seluruh BUMN yang ada.

Undangan itu Bapak dikabarin lewat?
Ehhh di whatsapp

Isi undangannya apa?
Iya mengajak bertemu saja.

Pak, Pak Erick mengundang Pak Chandra tuh mau ngapain sih?
Enggak. Ehhmm kalo saya sih punya waktu begitu di whatsapp saya punya apa ya, ekspektasi bahwa Pak Menteri baru diangkat jadi menteri mungkin beliau perlu masukan. Perlu sharing atau segala macem ya. Ekspektasi saya seperti itu aja.

Dua wamen ngasih arahan apa pak?
Oh enggak enggak. Pak wamen ketemu sebentar aja.

Deputinya siapa pak?
Enggak ada. Enggak ada.

Jadi pertemuan lagi kapan dengan Erick?
Belum, belum dijadwalkan

[Gambas:Video CNBC]

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading