Wow, Total Seluruh Utang di Bumi Ini Capai US$ 250 T

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
16 November 2019 10:53
Utang dunia melonjak US$ 7,5 triliun atau Rp 105 ribu triliun (kurs Rp 14.000/US$) selama semester I-2019.
Jakarta, CNBC Indonesia - International Institute of Finance (IIF) merilisĀ utang dunia yang melonjak US$ 7,5 triliun atau Rp 105 ribu triliun (kurs Rp 14.000/US$) selama semester I-2019. Total utang dunia saat ini mencapai US$ 250,9 triliun atau Rp 3,51 juta triliun.

Adapun utang dunia ini mencapai rekor tertinggi pada paruh pertama tahun ini yang dipimpin oleh lonjakan pinjaman dari AS dan China. Laporan yang dirilis IIF pada hari Kamis ini juga memprediksi pada akhir tahu ini, utang dunia akan melebihi US$ 255 triliun atau Rp 3,57 juta triliun.

"China dan AS menyumbang lebih dari 60% kenaikan. Demikian pula, utang negara berkembang juga mencapai rekor baru $ 71,4 triliun (220% dari PDB). Dengan beberapa tanda perlambatan dalam laju akumulasi utang, kami memperkirakan bahwa utang global akan melampaui $ 255 triliun tahun ini," kata IIF dalam laporannya yang dikutip Sabtu (16/11/2019).


Meningkatnya utang di seluruh dunia menjadi perhatian besar investor dan juga sejumlah ekonom. Suku bunga yang rendah membuatnya sangat mudah bagi korporasi dan penguasa untuk meminjam lebih banyak uang.

"Namun, dengan semakin berkurangnya ruang lingkup pelonggaran moneter lebih lanjut di banyak bagian dunia, negara-negara dengan tingkat utang yang tinggi (Italia, Lebanon) serta negara-negara di mana utang pemerintah tumbuh dengan cepat (Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Yunani) mungkin akan lebih sulit untuk beralih ke stimulus fiskal," kata laporan IIF.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) telah memberikan peringatan tentang tingginya tingkat utang perusahaan berisiko, yang telah diperburuk oleh suku bunga rendah yang terus-menerus dari bank sentral.

IMF memperingatkan bahwa hampir 40%, atau sekitar US$ 19 triliun, utang korporasi di negara-negara ekonomi utama seperti AS, Cina, Jepang, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, dan Spanyol berada pada risiko gagal bayar jika terjadi perlambatan pada perekonomiannya.

Namun, bank sentral sepertinya tidak terlalu khawatir dengan meningkatnya utang ini. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan, ia tidak melihat tanda-tanda adanya bahaya langsung yang ditimbulkan oleh defisit.

"Jika Anda melihat ekonomi hari ini, tidak ada yang benar-benar yang ingin hancur. Dengan kata lain, ini adalah gambaran yang cukup berkelanjutan," kata dia.

Namun, laporan dari IIF memberikan gambaran yang berbeda. Ini menuliskan bahwa utang pemerintah global akan mencapai $ 70 triliun pada 2019, naik dari $ 65,7 triliun pada 2018, didorong lebih tinggi oleh lonjakan utang federal AS.

"Peningkatan besar dalam utang global telah didorong terutama oleh pemerintah dan sektor korporasi non-finansial," tulis IIF.



[Gambas:Video CNBC]


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading