Jokowi Kecewa! Program UMKM Masih Rutinitas & Monoton

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
11 November 2019 16:19
Banyak program UMKM yang tersebar di berbagai kementerian/lembaga hingga swasta tapi tidak terkoordinasi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Saat memberikan pengantar, Jokowi mengaku kecewa lantaran program pemberdayaan UMKM masih terjebak pada rutinitas dan masih monoton. Program itu pun sering tidak sesuai dengan kebutuhan UMKM.

Saya lihat misalnya kredit perbankan yang diberikan kepada UMKM. Lewat subsidi. Subsidi apa? Subsidi bunga bagi UMKM. Sekarang bunganya berapa bu terakhir? 7% mau diturunin ke 6%, tapi menurut saya ini jumlahnya juga kurang," kata Jokowi.


Oleh sebab itu saya minta tahun depan bisa ditingkatkan lagi dua kali lipat. Tapi kita juga harus tembakkan program ini kepada usaha-usaha produksi, bukan lagi seperti yg saya lihat masih banyak di usaha perdagangan," lanjutnya.

Eks Wali Kota Solo itu pun mengatakan banyak program pemberdayaan UMKM tersebar hampir di seluruh kementerian/lembaga. Program-program itu juga ada di BUMN dan swasta.

"Misalnya di BUMN itu ada program Mekaar. Di Kemenkeu ada UMI. Kemudian di setiap kementerian juga ada program pemberdayaan UMKM, tersebar di mana mana, tidak fokus, tidak terkoordinasi dan terkonsolidasi sehingga hasilnya kurang," ujar Jokowi.

"Apa yang sudah dilakukan oleh sebuah kementerian diulang lagi BUMN ataupun swasta. Sehingga akhirnya apa, target group nya hanya itu-itu saja," lanjut eks Wali Kota Solo tersebut.



Lebih lanjut, Jokowi juga ingin agar UMKM naik kelas. Misalnya dari pelaku usaha kecil naik menjadi menengah atau yang menengah menjadi besar. 


Untuk itu, Jokowi mengaku sudah menyampaikan kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia agar setiap investasi menggandeng pengusaha UMKM. Dengan begitu, setiap pengusaha lokal mendapat manfaat dari investasi yang ada di suatu daerah.

"Misalnya pembangunan infrastruktur jalan tol, bandara, pelabuhan, beri ruang UMKM kita dalam sistem rantai pasok konstruksi sehingga betul-betul tidak hanya melibatkan yang besar-besar saja. Tapi yang kecil-kecil juga bisa terangkut di situ," kata Jokowi.

"Begitu juga tol, rest area, terminal, bandara, beri ruang kepada UMKM kita. Jangan sampai diberi prioritas didahulukan brand asing. Itu kebalik balik," lanjut mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

[Gambas:Video CNBC]




(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading