Jadi Raja Mi Instan Dunia, Begini Sejarah Panjang Indomie

News - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
10 November 2019 19:54
Jadi Raja Mi Instan Dunia, Begini Sejarah Panjang Indomie
Jakarta, CNBC Indonesia - Mi instan Indomie tidak hanya berhasil menembus pasar dunia, tetapi juga mengungguli mi instan dunia yang lain.

L.A. Times Instant Ramen Power Rankings yang dibuat oleh media Los Angeles Times menempatkan Indomie Mi Goreng Barbeque Chicken dan Indomie Mi Goreng Original pada urutan nomor satu dan nomor 10 dari total 31 mi instan terenak.

Indomie, pertama kali diproduksi pada 1972 dengan rasa Kaldu Ayam, saat ini diproduksi oleh Grup Salim melalui PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Selain mi instan, perusahaan memiliki lima segmen bisnis utama yaitu produk susu dan olahannya (dairy), makanan ringan (snack), penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman.


Selain Indomie, beberapa merek mi instan lain yang diproduksi ICBP adalah Supermi, Sarimi, Pop Mie, Sakura, Pop Bihun, dan Mi Telur Cap 3 Ayam.

Meskipun angka produksi tidak ditunjukkan secara detail, sejak 2016, perusahaan yang saat ini dipimpin oleh Anthoni Salim tersebut memproduksi sebesar 18 miliar bungkus mi instan per tahun, naik dari 17 miliar bungkus pada 2015 dan 16 miliar pada 2014.

Selain itu, berdasarkan catatan terakhir penjualan mi instan pada 2014, angka penjualan mi instan yang dicapai perusahaan adalah 12,59 miliar bungkus, turun dari posisi tahun sebelumnya 12,65 miliar bungkus.

Perusahaan didukung oleh keberadaan 17 pabrik dengan 12 lokasi. Ke-12 kota lokasi pabrik mi instan perusahaan adalah di Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Malaysia.

Selain itu, Indomie juga diproduksi beberapa perusahaan di luar ICBP dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tetapi dikuasai Grup Salim dan memproduksi mi instan tersebut. Dua di antaranya yang terkenal adalah di Nigeria yaitu De United Foods Industries Ltd (Dufil dan Dufil Prima Food Plc) yang bahkan membuat masyarakat Afrika meyakini Indomie adalah produk dari benua tersebut, serta Pinehill Arabia Food Ltd (PAFL) di Saudi Arabia.

Hasilnya, per September 2019, ICBP membukukan pendapatan Rp 32,79 triliun, di mana Rp 21,66 triliun di antaranya disumbangkan oleh divisi mi instan, termasuk Indomie. Angka penjualan mi instan perusahaan naik 12,25% dari Rp 19,3 triliun pada 9 bulan pertama 2018.

Untuk periode tahunan, pendapatan perusahaan dibukukan Rp 38,41 triliun pada tahun lalu, naik 7,88% dari Rp 3,56 triliun pada 2017, dengan penjualan mi instan Rp 25,26 triliun.



Berikut ini perjalanan Indomie

1972
Indomie pertama kali diluncurkan dengan varian rasa Indomie Kaldu Ayam.

1982
Peluncuran Indomie Kari Ayam.

1983
Peluncuran Indomie Mi Goreng.

2010
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mencatatkan sahamnya di bursa.

2014
Peluncuran Indomie Goreng Dendeng Balado dan dan Indomie Soto Lamongan

2015
Peluncuran Indomie My Noodlez.

2016
Peluncuran dua varian Indomie Real Meat yaitu Mi Goreng Ayam Jamur dan Mi Goreng Rendang, Indomie Goreng Ayam Bawang, serta Indomie Goreng Soto.

2017
Peluncuran Indomie Mi Goreng Sambal Rica-Rica, Indomie Mi Goreng Sambal Matah, Indomie Mi Goreng Masak Habang, Indomie Mi Goreng Aceh, Indomie Real Meat Telur Balado, dan Indomie Real Meat Empal Goreng.

2018
Peluncuran Indomie Special Quality Noodle dan Indomie Telor Asin.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 

(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading