Demonstrasi kembali terjadi di La Paz, Bolivia dan berlangsung ricuh.
Demonstrasi kembali terjadi di La Paz, Bolivia Rabu (6/11/2019). Demo yang sudah terjadi hampir satu bulan ini terjadi akibat krisis politik di negara Amerika Latin itu. (REUTERS / Kai Pfaffenbach)
Demo di negara ini meletus setelah oposisi menuduh hasil penghitungan pemilu presiden di 20 Oktober lalu sengaja dicurangi untuk memenangkan incumbent Evo Morales. Dari hasil pemungutan suara, Morales memperoleh 47,08% suara. Sementara saingan utamanya Carlos Mesa memperoleh 35,51% suara. (REUTERS / Kai Pfaffenbach)
Dalam demo yang terjadi Rabu malam itu, kekerasan antara polisi dan pengunjuk rasa kembali terjadi. Para demonstran terus berdatangan dan mulai melempar batu serta membakar ban. Seorang demonstran yang melempar dinamit ke arah massa lain, pendukung Presiden Morales diserahkan ke polisi. (REUTERS / Kai Pfaffenbach)
Morales membantah tuduhan dari oposisi yang menyatakan curang. Morales juga mengatakan ia akan bersedia melakukan pemungutan suara putaran kedua menghadapi Carlos Mesa jika audit menemukan kecurangan. (REUTERS / Kai Pfaffenbach)
Meskipun aparat kepolisian turun namun para demonstran masih bertahan dan terus melakukan unjuk rasa. (REUTERS / Kai Pfaffenbach)
Tak hanya aparat kepolisian, para medis juga datang untuk menolong para demonstran yang terluka. Keributan di negara ini sendiri telah menarik perhatian dari berbagai negara, utamanya para tetangga di kawasan. Amerika Serikat (AS), melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah menyampaikan keprihatinannya akan keadaan yang terjadi. (REUTERS / Kai Pfaffenbach)