Boikot BPJS Menggema, Gegara 'Nabung Goceng Per Hari'?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
04 November 2019 14:13
Boikot BPJS Menggema, Gegara 'Nabung Goceng Per Hari'?
Jakarta, CNBC Indonesia - IuranĀ BPJS Kesehatan bakal naik dua kali lipat pada 1 Januari 2019 mendatang. Hal ini memicu perbincangan dan keluh kesah di media sosial.

Sampai dengan siang ini, netizen masih terus meramaikan dunia Twitter dengan tagar #BoikotBPJS. Netizen mengeluhkan soal 'pemaksaan' untuk membayar iuran.

"Penghasilan rakyat tidak menentu tapi dipaksa untuk bayar iuran BPJS dengan dalih cuma 5rb/hari," tulis @tara*** di Twitter.


Boikot BPJS Menggema, Gegara 'Nabung Goceng Per Hari'?Twitter


Sementara, netizen lain dengan akun @Opan*** juga berkeluh kesah jika kondisi saat ini sedang sulit.

"Iuran BPJS dinaikkan justeru disaat ekonomi sedang sulit, rakyat susah payah nyari duit demi kelangsungan hidup tapi dipaksa bayar iuran BPJS. Rakyat dicekik meskipun sedang sekarat. #BoikotBPJS," tulisnya.

Boikot BPJS Menggema, Gegara 'Nabung Goceng Per Hari'?Twitter


Pekan lalu, demi keberlangsungan pembayaran iuran, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengajak masyarakat untuk nabung Rp 5.000 sampai Rp 6.000 sehari. Menurutnya, jika dihitung secara harian, iuran BPJS Kesehatan tidak terlalu banyak uang yang harus disisihkan masyarakat.

Kelas 1 kira-kira Rp 5.000 - 6.000 per hari, kelas 2 Rp 3.000 - 4.000 per hari, dan kelas 3 kurang dari Rp 2.000 per hari.

"Yuk bangun kesadaran, sisihkan dana pemeliharaan kesehatan diri. Ada pilihan-pilihan pertama Rp 5.000 - 6.000 per hari," ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPJS Jakarta, belum lama ini.




"Jika tidak sanggup di angka Rp 6.000, masih ada pilihan-pilihan yang lebih murah," kata Fahmi melanjutkan.

Saat ini, kata Fahmi pemerintah telah meng-cover sekitar 133 juta penduduk. Dengan naiknya 100% iuran BPJS Kesehatan tahun depan, sangat membantu untuk menutup defisit BPJS Kesehatan.

"Ini bisa menjadi narasi kita bersama menjelaskan rasionalisasi iuran. Jika kita lihat penyesuaian iuran tentu akan berdampak pada cash flow rumah sakit, sehingga tidak ada keterlambatan bayar," jelasnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan aturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, Iuran BPJS Kesehatan naik 100%.

[Gambas:Video CNBC]




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading