Sejumlah keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di peraiaran Tanjung Karawang menaiki kapal KRI Semarang 594 milik Komando Armada 1 TNI Angkatan Laut (AL) di Dermaga JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (29/10/2019). Kapal tersebut membawa keluarga korban menuju ke peraiaran Tanjung Karawang untuk melakukan tabur bunga. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Kapal tersebut tak hanya membawa keluarga korban, namun perwakilan dari Lion Air, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ikut serta dalam acara tabur bunga tersebut.(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Tabur bunga tersebut diselenggarakan untuk mengenang satu tahun terjadinya kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di peraiaran Tanjung Karawang. Pesawat dari Bandara Soetta menuju Depati Amir Pangkal Pinang ini hilang dari layar radar setelah pilot melaporkan adanya gangguan pada kendali pesawat, indikator ketinggian, dan indikator kecepatan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
KNKT secara bertahap melakukan observasi terkait penyebab kecelakaan ini, sehingga pada akhirnya dapat menemukan hasil dari penelitian tersebut. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Dalam laporan tersebut, KNKT menyimpulkan ada sembilan faktor yang saling terkait dan berkontribusi pada kecelakaan. Secara garis besar faktor-faktor tersebut adalah gabungan antara faktor mekanik, desain pesawat, kurangnya dokumentasi tentang sistem pesawat, komunikasi pilot dan co pilot dan sebagainya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)