Aksi protes anti-pemerintah di Hong Kong terjadi di distrik Tsim Sha Tsui, Minggu (27/10/2019). Demo berakhir bentrok saat para pengunjuk rasa membakar toko dan melempar bom petrol setelah polisi menembakkan gas air mata, meriam air dan peluru karet untuk membubarkan massa. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Para pendemo berkumpul untuk mengecam kebrutalan polisi selama empat bulan lebih aksi berlangsung di kota bekas koloni Inggris itu. Demo terjadi sejak Juni lalu, karena RUU Ekstradisi. Meski RUU kontroversial itu dihapus, demo terus terjadi dan mengarah pada demokratisasi Hong Kong. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Aksi protes terus terjadi di Hong Kong. Bahkan sebelumnya para pekerja medis juga turun ke jalan memprotes kebrutalan polisi, di Sabtu (26/10/2019).(REUTERS/Ammar Awad)
Aksi unjuk rasa telah mematikan ekonomi Hong Kong. Hong Kong-pun terancam resesi. (REUTERS/Tyrone Siu)
Pihak polisi Hong Kong juga mengerahkan semprotan merica kepada pendemo Hong Kong pada aksi protes. (REUTERS/Umit Bektas)
Polisi mengatakan para pengunjuk rasa kemudian melemparkan bom bensin di sebuah kantor polisi di Sham Shui Po, beberapa toko di daerah Jordan, serta dua pintu masuk stasiun MTR di Mong Kok. (REUTERS/Tyrone Siu)