Gaduh Tuduhan Megawati Dendam ke SBY Hingga AHY, Benarkah?

News - Redaksi, CNBC Indonesia
27 October 2019 12:46
Hal itu dinilai Andi Arief telah membuat Agus Harimurti Yudhoyono gagal masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju.
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menuding Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyimpan dendam kepada keluarga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu telah membuat Agus Harimurti Yudhoyono gagal masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju.

Pernyataan Andi Arief menuai respons dari para politikus PDIP. Menurut Anggota Fraksi PDIP di DPR RI Hendrawan Supratikno, Andi Arief salah sasaran.

"Pemilihan menteri merupakan hak prerogatif Presiden. AA (Andi Arief) harus ingat, bahkan sebagai partai pengusung dengan kontribusi jumlah suara terbesar, Bu Mega juga menyampaikan aspirasi partai saat pembukaan kongres di Bali 8 Agustus 2019 yang lalu. AA buat drama dengan plot cerita yang mencekam," kata Hendrawan di Jakarta, Sabtu (26/10/2019), seperti dilansir detik.com.


Ia menyebut persoalan partai yang belum terakomodir di dalam kabinet hanya karena ruang yang terbatas seperti yang sudah dijelaskan Presiden.

"Ini bukan ketoprak tentang Ken Arok atau Joko Tingkir, bung. Inti kebanyakan ketoprak kan dendam, iri, balas dendam dan muslihat," kata Hendrawan.

Hal senada disampaikan Anggota Fraksi PDIP di DPR Andreas Hugo Pareira. Ia mengingatkan bahwa Kabinet Indonesia Maju sudah terbentuk.

"Soal ada yang puas, ada yang tidak puas, relatif. Lebih baik kita dukung pemerintah untuk kerja serius lima tahun ke depan," ujar Andreas.



Sebelumnya, Andi Arief menuding Megawati dendam kepada SBY dan keluarga. Hal itu disampaikan Andi via akun Twitternya kemarin.

Gaduh Tuduhan Megawati Dendam ke SBY Hingga AHY, Benarkah?Foto: Cuitan Andi Arief (Screenshot twitter @AndiArief_)


Gaduh Tuduhan Megawati Dendam ke SBY Hingga AHY, Benarkah?Foto: Cuitan Andi Arief (Screenshot twitter @AndiArief_)


Saat dikonfirmasi, Andi mengaku mendengar ketidaksetujuan Partai Demokrat masuk ke dalam koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf.


"(Penolakan) itu datang dari pimpinan koalisi Ibu Megawati," ujar Andi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

"Demokrat ditolak masuk koalisi, sama artinya menolak AHY," lanjutnya.

Kendati demikian, Andi memastikan Partai Demokrat bisa memaklumi keputusan Jokowi soal kabinet.

"Tidak marah dan tidak kecewa," katanya.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading